PALU, MAL – Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Palu, Usman, membuka Dauroh Tarbiyah RISMA (DTR) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Besar Nurul Hasanah Aceh, Kota Palu, pada Jumat (03/07).
Kegiatan yang diselenggarakan Pengurus Remaja Islam Masjid (RISMA) Masjid Besar Nurul Hasanah ini menjadi wadah pembinaan generasi muda Islam dan bertujuan memperkuat keimanan, kepemimpinan, dan karakter berlandaskan nilai-nilai Islam.
Usman mengapresiasi seluruh panitia dan pengurus RISMA Masjid Besar Nurul Hasanah atas inisiatif kegiatan yang dinilai positif bagi pembinaan generasi muda.
Usman menegaskan bahwa Dauroh Tarbiyah RISMA lebih dari sekadar agenda pengkaderan. Menurutnya, ini adalah investasi jangka panjang dalam membentuk generasi muda yang memiliki keimanan kokoh, akhlak mulia, wawasan luas, serta jiwa kepemimpinan kuat. Pembinaan melalui Dauroh Tarbiyah RISMA Palu sangat penting.
Pembinaan ini selaras dengan komitmen Pemerintah Kota Palu dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia muda. Majunya suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas manusianya.
Oleh karena itu, pembinaan karakter generasi muda harus menjadi perhatian bersama. Ini dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, hingga masjid sebagai pusat pembinaan umat.
Usman juga mengapresiasi tema kegiatan tahun ini: “Regenerasi Hasanah: Membangun Generasi Islami yang Asyik tapi Berprinsip, Tetap Gaul tapi Taat.” Ia menilai tema ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
Asisten Usman menekankan bahwa menjadi generasi Islami bukan berarti tertinggal dari perkembangan zaman. Sebaliknya, pemuda Islam harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi, memiliki kreativitas, inovasi, dan prestasi. Namun, mereka juga harus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah. Ini adalah esensi Dauroh Tarbiyah RISMA.
“Anak-anak muda harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Gaul boleh, mengikuti perkembangan teknologi boleh, aktif di media sosial juga boleh, tetapi jangan sampai kehilangan prinsip, identitas, dan akhlak sebagai seorang muslim,” kata Usman.
Melalui kegiatan Dauroh Tarbiyah RISMA, ia berharap akan lahir kader-kader muda. Mereka diharapkan memiliki semangat dakwah, kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, dan kemampuan menjadi agen perubahan yang bermanfaat bagi umat, bangsa, dan daerah, khususnya Kota Palu.
Usman mengajak seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Tujuannya adalah sebagai sarana belajar, memperbaiki diri, memperluas persaudaraan, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang amanah dan bertanggung jawab.
Di akhir sambutannya, Usman berpesan kepada pembina dan pengurus RISMA untuk terus menghadirkan program pembinaan yang inovatif, menarik, dan sesuai kebutuhan generasi muda.
“Agar masjid dapat terus menjadi pusat pembinaan umat dan tempat lahirnya generasi berkarakter, berintegritas, serta berakhlak mulia,” tutupnya. ***

