PALU, MAL – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan dukungan terhadap rencana pengembangan Detasemen TNI AU di Palu menjadi Pangkalan TNI AU (Lanud).

Dukungan disampaikan Gubernur Anwar Hafid saat menerima kunjungan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Kolonel Vincentius Endy Hary Putra, di ruang kerjanya, Senin (29/06).

Kolonel Vincentius Endy Hary Putra, menegaskan kesiapan TNI AU untuk mendukung pemerintah daerah, terutama dalam penanganan darurat dan bencana. Pihaknya siap menyediakan alutsista seperti pesawat Hercules dan helikopter yang bermarkas di Makassar.

“Kami siap hadir dan membantu kapan pun dibutuhkan, terutama dalam situasi darurat. Koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar respons dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” kata Kolonel Vincentius Endy Hary Putra.

Selain kesiapan dukungan bencana, Kolonel Vincentius juga menjelaskan pembahasan Mabes AU mengenai pengembangan Detasemen TNI AU di Palu menjadi Pangkalan TNI AU.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dapat mendukung rencana ini, terutama terkait penyediaan lahan untuk pengembangan Lanud Palu.

“Awalnya direncanakan sekitar lima hektare untuk operasional awal, namun secara ideal kebutuhan lahan mencapai sekitar 24 hektare agar pengembangan dapat berjalan optimal,” jelas Kolonel Vincentius.

Pengembangan Pangkalan TNI AU di Palu dinilai penting untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan wilayah. Keberadaan Lanud Palu juga akan mendukung operasional Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, termasuk rencana pembukaan penerbangan internasional dan pengamanan kawasan industri strategis di Sulawesi Tengah.

Gubernur Anwar Hafid menyambut baik rencana tersebut. Ia menyatakan pemerintah daerah siap mendukung langkah TNI AU ini.

Kehadiran Lanud di Palu, menurut Gubernur, akan berdampak besar dalam mempercepat mobilisasi bantuan saat bencana serta memperkuat keamanan daerah. ***