SIGI, MAL – Majelis Taklim DR. (HC) Habib Abu Bakar Bin Hasan Al Attas Azzabidi Sulawesi Tengah bersama Pondok Pesantren Qotrunnada Cipayung, Depok, menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa bumi Magnitudo 6,7 di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Sabtu 20 Juni 2026. Penyaluran bantuan gempa Sigi ini menyasar wilayah dengan akses terbatas yang masih membutuhkan uluran tangan pascagempa 16 Juni 2026.
Sebanyak 500 dos nasi siap saji dan 300 paket sembako yang berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, teh, mi instan, serta lima kaleng ikan sarden berhasil disalurkan. Selain itu, bantuan gempa Sigi ini juga mencakup pampers untuk balita dan aneka makanan ringan bagi anak-anak di daerah terdampak.
Ustadz Anto, Penanggung Jawab Majelis Taklim DR. (HC) Habib Abu Bakar Bin Hasan Al Attas Azzabidi Sulawesi Tengah, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana, khususnya warga yang masih minim akses terhadap bantuan logistik.
“Alhamdulilah Sabtu tanggal 20 Juni 2026 kemarin kami menyalurkan bantuan sebagai bentuk peduli sesama umat yang tertimpa musibah, dan kami berupaya menyisir wilayah-wilayah yang masih kurang terjangkau bantuan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Fokus kami adalah membantu saudara-saudara kita yang benar-benar membutuhkan,” kata Ustadz Anto.
Penyaluran bantuan gempa Sigi ini difokuskan di sejumlah desa terdampak gempa di Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki. Tim relawan turun langsung ke lapangan untuk memastikan setiap paket bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Aksi kemanusiaan ini mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang penerima bantuan. Prinsip ini sejalan dengan ajaran Abuya (Habib Abu Bakar) yang selalu menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
“Dalam situasi bencana, yang kami lihat adalah kebutuhan masyarakat. Karena itu, bantuan yang kami salurkan tidak hanya ditujukan kepada umat Islam, tetapi kepada seluruh warga terdampak gempa. Kemanusiaan adalah milik bersama, sehingga siapa pun yang membutuhkan berhak mendapatkan bantuan,” katanya.
Ustadz Anto juga menegaskan bahwa aksi kemanusiaan yang dilakukan majelisnya bukanlah kegiatan baru. Kepedulian sosial ini telah berjalan sejak bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi yang melanda Sulawesi Tengah pada tahun 2018. Sejak saat itu, majelis terus aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan penyaluran bantuan gempa Sigi.
Bahkan, majelis ini secara rutin menyalurkan bantuan beras setiap bulan kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan jumlah mencapai 5 hingga 10 ton beras yang dikemas dalam ukuran 5 kilogram. Ini menunjukkan komitmen berkelanjutan dari Majelis Taklim DR. (HC) Habib Abu Bakar Bin Hasan Al Attas Azzabidi.
Selain menyalurkan logistik, para relawan turut memberikan dukungan moral agar masyarakat berupaya bangkit dari dampak bencana. Ustadz Anto menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur dan relawan, khususnya Pondok Pesantren Qotrunnada Cipayung, Depok, yang terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan ini.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, khususnya Pondok Pesantren Qotrunnada Cipayung, Depok, yang terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan ini. Dukungan dan kepedulian yang diberikan menjadi kekuatan bagi masyarakat terdampak gempa,” ujar Ustadz Anto.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat serta menjadi penyemangat para penyintas untuk bangkit kembali. Ustadz Anto juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
“Semoga para korban diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalani masa pemulihan. Kami akan terus berupaya hadir dan membantu sesuai kemampuan yang kami miliki,” tutupnya.

