SIGI, MAL – Pemerintah Kabupaten Sigi pada Senin malam (22/06) merilis perkembangan terbaru penanganan gempa Sigi yang telah memasuki hari ketujuh masa tanggap darurat, terutama di wilayah terdampak seperti Kecamatan Nokii Lalaki dan Palolo. Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menyampaikan laporan komprehensif mengenai kondisi korban, tingkat kerusakan, dan langkah-langkah penanganan yang berkelanjutan.

Melaporkan dari Gedung Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan (PUSDALOPS) BPBD Kabupaten Sigi, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae mengungkapkan bahwa kondisi 78 korban luka akibat gempa terus menunjukkan perbaikan signifikan dan kini telah diizinkan pulang. Proses penanganan gempa Sigi ini juga memastikan pasien luka sedang dan berat akan menjalani rawat jalan dengan pengawasan medis.

“Jumlah tersebut sudah termasuk luka sedang dan berat dan pihak medis kesemua pasien di perbolehkan pulang yang selanjutnya akan dilakukan rawat jalan, dan pihak medis juga akan selalu mengontrol kondisi pasien,” kata Moh Rizal.

Didampingi Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi dan Sekab Sigi Nuim Hayat, Bupati Sigi melanjutkan, hingga Senin malam, jumlah korban terdampak akibat gempa telah mencapai 9.283 jiwa dari 3.191 Kepala Keluarga (KK). Ini menunjukkan skala penanganan gempa Sigi yang luas.

Sementara itu, pendataan awal menunjukkan 2.735 unit rumah mengalami kerusakan, yang diklasifikasikan sebagai rusak ringan, sedang, dan berat. Pemerintah daerah masih menantikan hasil asesmen lebih lanjut untuk memastikan tingkat kerusakan secara akurat.

Moh Rizal juga merinci kerusakan pada fasilitas umum akibat gempa, termasuk tiga unit sekolah, satu kantor pemerintah, enam rumah ibadah, satu puskesmas pembantu, dua pasar, tujuh jaringan irigasi, sembilan jaringan pipa air bersih, dan dua rumah adat. Penanganan gempa Sigi juga akan fokus pada pemulihan infrastruktur vital ini.

Aktivitas kegempaan di wilayah tersebut masih terus berlanjut. Data terakhir hingga Senin malam mencatat 1.256 gempa susulan, dengan penambahan 107 getaran dari laporan sebelumnya. Ini menjadi perhatian serius dalam penanganan gempa Sigi.

Sebagai upaya antisipasi dampak lanjutan, Pemda Sigi berkolaborasi dengan BPBD, BMKG, Balai Wilayah Sungai Sulawesi III, Balai TNLL, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya. Mereka aktif melakukan mitigasi terhadap material longsor dan potensi pembentukan bendungan alami pascagempa.

“Pemda Sigi juga dalam hal ini menghimbau pada masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi dari pemerintah selama masa tanggap darurat,” tutup politisi Partai Golkar tersebut.