MOROWALI, MAL – Sejumlah perusahaan di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) bersama Eternal Tsingshan Indonesia mengirimkan pekerjanya untuk menempuh pendidikan di Tiongkok. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kompetensi karyawan IMIP di tengah kompleksitas industri pengolahan nikel.
Manajemen menilai pengembangan sumber daya manusia tidak cukup hanya dengan pelatihan lokal. Integrasi sistem produksi dan kolaborasi lintas budaya menuntut peningkatan keterampilan secara menyeluruh.
Dhimas Mahardhika, Wakil Supervisor Departemen Ferronickel PT Walsin Nickel Industrial Indonesia (WNII), menjadi salah satu karyawan IMIP yang terpilih. Ia mengikuti program S2 Manajemen Applied Economics di Wenzhou University, Provinsi Zhejiang.
Perusahaan menunjuk Dhimas untuk memperbaiki koordinasi dan tata kelola manajemen yang kerap mengalami miskomunikasi antardepartemen. Pembelajaran langsung di Tiongkok berlangsung sejak September 2024 hingga Januari 2026, dilanjutkan kuliah daring hingga 2027.
“Pembelajaran paling berkesan adalah manajemen lintas budaya, di mana kami menyusun perusahaan simulasi bersama mahasiswa dari berbagai negara,” kata Dhimas Mahardhika, Wakil Supervisor Departemen Ferronickel PT WNII.
Setiba di Morowali, Dhimas menerapkan ilmu tersebut untuk memperkuat koordinasi tim di Divisi Rotary Kiln. Ia menyelaraskan perbedaan budaya kerja antara pekerja lokal dan asing sesuai konsep ringkas, resik, rapi, rajin, dan rawat.
Selain pendidikan formal, terdapat pelatihan bahasa Mandarin yang diikuti karyawan IMIP lainnya, seperti Wahyu dari PT WNII. Penguasaan bahasa menjadi jembatan komunikasi penting di lingkungan industri yang melibatkan pekerja asal Tiongkok.
Kini Wahyu tidak hanya bertugas di operasional pabrik, tetapi juga menerjemahkan dokumen dan komunikasi lisan dalam rapat.
“Peran ini membuat saya lebih sering terlibat dalam koordinasi operasional dan mendapat tunjangan tambahan sekitar 20 hingga 30 persen,” kata Wahyu, Karyawan PT WNII.
Seleksi program ini dikelola Departemen HRD Eternal Tsingshan Indonesia berdasarkan evaluasi kompetensi, kemampuan bahasa, dan rekomendasi atasan. Banyak lulusan program akhirnya memegang tanggung jawab lebih besar di perusahaan.
“Program ini menyiapkan pekerja lokal untuk menempati posisi strategis pada masa depan,” kata Brillian Faisal, Assistant Supervisor HRD Eternal Tsingshan Indonesia, Senin (22/06).
Pengiriman karyawan IMIP ke luar negeri berfokus pada penguasaan bahasa Mandarin, keterampilan profesional, dan komunikasi lintas budaya guna memenuhi kebutuhan industri global. ***

