SIGI, MAL — Warga Desa Sejahtera atau yang juga dikenal sebagai Desa Sibaga, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, masih menghadapi berbagai kesulitan pascagempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah.
Selain mengalami kerusakan rumah, warga kini sangat membutuhkan bantuan obat-obatan dan sembako untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sekitar 32 Kepala Keluarga (KK) di desa ini masih membutuhkan sentuhan bantuan dari berbagai pihak.
Salah seorang warga Desa Sejahtera, Eva Saroengoe, mengatakan, kondisi desa yang berada sekitar dua kilometer dari jalur, membuat akses terhadap layanan kesehatan menjadi terbatas.
“Rumah bergeser, masih susah semua mereka di sini. Kebutuhan yang paling mendesak sekarang obat-obatan dan sembako. Ada warga yang sakit, tetapi saat ke puskesmas setelah gempa mereka tidak mendapatkan pengobatan yang memadai,” kata Eva.
Desa ini terletak yang berada tepat di bawah kawasan pegunungan membuat warga memiliki kekhawatiran tersendiri ketika cuaca buruk melanda.
Menurut Eva, kondisi warga semakin cemas karena dalam beberapa hari terakhir hujan deras disertai angin kencang terus terjadi di wilayah tersebut. Trauma akibat bencana sebelumnya membuat masyarakat khawatir akan munculnya bencana susulan.
“Sekarang warga juga takut karena hujan deras dan angin kencang. Kami pernah mengalami banjir bandang, jadi kalau hujan turun terus masyarakat langsung waswas,” ujarnya.
Desa Sejahtera memiliki catatan terkait bencana alam. Pada 17 Maret 2022, desa tersebut terdampak banjir bandang akibat meluapnya Sungai Sopu setelah hujan lebat mengguyur kawasan hulu. Saat itu sedikitnya 25 kepala keluarga atau sekitar 100 jiwa terdampak di Desa Sejahtera. Sebanyak 21 rumah terendam, sementara lahan pertanian dan akses infrastruktur juga mengalami kerusakan.
Kini, setelah kembali diterpa gempa bumi, warga berharap bantuan kebutuhan dasar segera dapat menjangkau desa mereka.
Gempa Magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi dan Kota Palu telah menyebabkan kerusakan cukup luas. Data terbaru menunjukkan sebanyak 1.652 rumah mengalami kerusakan di Kabupaten Sigi. Selain itu, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, tiga orang mengalami luka berat, dan puluhan lainnya mengalami luka ringan.
Secara keseluruhan, jumlah warga terdampak gempa di Kabupaten Sigi mencapai 1.813 kepala keluarga atau sekitar 5.744 jiwa. Desa Sejahtera menjadi salah satu wilayah yang ikut merasakan dampak gempa tersebut meskipun tidak tercatat adanya korban meninggal dunia di desa itu hingga pembaruan data terakhir.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera menyalurkan bantuan, terutama obat-obatan, layanan kesehatan, serta kebutuhan pangan bagi masyarakat yang masih berjuang memulihkan kondisi pascabencana.
“Yang kami harapkan sekarang bantuan kebutuhan pokok dan pelayanan kesehatan. Banyak warga masih membutuhkan perhatian karena kondisi belum sepenuhnya pulih,” tutup Eva.

