MAL, PALU – Kepedulian terhadap para korban gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng) terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Tidak hanya menggelar doa bersama lintas agama, Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Sulawesi Tengah bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng juga akan melaksanakan aksi sosial dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak gempa di Kabupaten Sigi.

Aksi kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bertajuk “Satu Doa, Satu Hati, Satu Aksi”, yang digagas sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong dan wilayah sekitarnya pada Selasa (16/6).

Ketua Panitia, Gerry Lyanto, mengatakan bahwa sebelum pelaksanaan doa bersama lintas agama, pihaknya akan terlebih dahulu menggelar aksi sosial dengan menyalurkan bantuan berupa 1000 dus mie instan ke sejumlah desa yang mengalami dampak cukup parah akibat gempa.

“Kami telah menyiapkan 1000 dus Indomie dan untuk disalurkan ke lokasi terdampak gempa di Kabupaten Sigi, di antaranya Desa Kamarora dan beberapa desa lainnya. Untuk tahap pertama kami turunkan 200 dos dulu, sambil melihat lokasi yang lain terdampak gempa,” ujar Gerry Lyanto yang akrab disapa Ko Aceo kepada media ini, Rabu (17/6).

BAMAG Sulteng dan FKUB Sulteng bekerja sama dalam aksi sosial ini sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Menurut Gerry, bencana gempa yang melanda Sulteng menjadi momentum bagi seluruh umat beragama untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam membantu sesama.

“Gempa berkekuatan 6,7 magnitudo yang mengguncang Sulawesi Tengah telah menimbulkan duka bagi masyarakat. Sebagai umat beragama, sudah menjadi kewajiban moral dan spiritual bagi kita untuk bersama-sama memanjatkan doa serta menunjukkan kepedulian nyata kepada mereka yang terdampak,” katanya.

Ia menjelaskan, setelah kegiatan sosial, pihaknya akan melanjutkan dengan doa bersama lintas agama akan digelar pada Jumat, 19 Juni 2026, mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai, di lapangan Imanuel Palu. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana memohon perlindungan dan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga menjadi simbol kuat persatuan dan kerukunan masyarakat Sulawesi Tengah di tengah cobaan bencana.

Mengusung tema “Satu Doa, Satu Hati, Satu Aksi”, kegiatan ini diharapkan mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang perbedaan agama, suku, maupun latar belakang.

Sementara Ketua FKUB Sulteng Prof Zainal Abidin mengatakan, semoga bantuan sosial ini berjalan dengan lancar, tepat sasaran dan dapat bermanfaat.

“Menolong sesama manusia adalah jalan menuju kemaslahatan. Setiap uluran tangan yang diberikan dengan tulus tidak hanya meringankan beban orang lain, tetapi juga menghadirkan keberkahan, mempererat persaudaraan, dan menjadi amal kebaikan yang bernilai di sisi Allah SWT,” ujar Prof Zainal Abidin.

Sementara, melalui aksi sosial dan doa bersama tersebut, BAMAG dan FKUB Sulteng ingin menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan dan persaudaraan tetap menjadi kekuatan utama masyarakat Sulawesi Tengah dalam menghadapi setiap ujian dan bencana.