Tahuna, MAL – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Sabtu, 07 Juni 2026. Peristiwa gempa M 7,7 Tahuna ini mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Indonesia, menyusul aktivitas pergerakan lempeng di Cincin Api Pasifik.

BMKG melaporkan episenter gempa M 7,7 Tahuna ini berada pada koordinat 5,79° Lintang Utara dan 125,14° Bujur Timur, tepatnya di barat laut Tahuna. Kedalaman gempa tercatat 47 kilometer di bawah permukaan laut, menunjukkan karakteristik gempa dangkal yang berpotensi merusak.

Gempa bumi ini merupakan jenis gempa tektonik yang dipicu oleh pergerakan lempeng di kawasan Cincin Api Pasifik, tempat Indonesia berada. Berdasarkan data dari Badan Geologi Kementerian ESDM, wilayah Kepulauan Sangihe memang tergolong dalam kawasan rawan bencana gempa bumi menengah hingga tinggi.

Peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG segera setelah gempa M 7,7 Tahuna terdeteksi, mengindikasikan potensi gelombang tsunami. Estimasi waktu tiba gelombang tsunami bervariasi antara pukul 06.51 WIB hingga 08.14 WIB, tergantung pada lokasi geografis wilayah terdampak.

BMKG menetapkan status siaga tsunami untuk beberapa wilayah dengan estimasi waktu tiba gelombang tsunami berbeda. Wilayah dengan status Siaga meliputi:

  • Kepulauan Sangihe (06.51 WIB)
  • Kota Manado (06.51 WIB)
  • Minahasa Utara bagian utara (06.51 WIB)
  • Minahasa bagian utara (06.51 WIB)
  • Kepulauan Minahasa (06.51 WIB)
  • Minahasa Selatan bagian utara (06.51 WIB)
  • Bolaang Mongondow bagian utara (06.51 WIB)
  • Gorontalo bagian utara (06.51 WIB)
  • Kabupaten Buol (06.51 WIB)
  • Kabupaten Tolitoli (07.34 WIB)

Sementara itu, status Waspada diberlakukan untuk daerah-daerah lain. Estimasi waktu tiba gelombang tsunami di wilayah Waspada berkisar mulai pukul 06.58 WIB hingga 08.14 WIB. Daftar wilayah tersebut adalah:

  • Kepulauan Talaud (06.58 WIB)
  • Kota Bitung (06.58 WIB)
  • Halmahera (06.58 WIB)
  • Donggala bagian utara (06.58 WIB)
  • Minahasa Selatan bagian selatan (06.58 WIB)
  • Kota Ternate (06.58 WIB)
  • Kota Tidore (06.58 WIB)
  • Kutai Timur (hingga 08.14 WIB)
  • Bulungan (hingga 08.14 WIB)
  • Nunukan (hingga 08.14 WIB)

Lebih lanjut, Badan Geologi ESDM juga mengidentifikasi bahwa pantai Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud tergolong sangat rawan tsunami. Potensi tinggi tsunami di pantai akibat gempa M 7,7 Tahuna diperkirakan dapat mencapai sekitar 5 meter hingga 9,8 meter di beberapa titik.

Hingga informasi ini dikumpulkan, belum ada laporan resmi mengenai adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan signifikan akibat guncangan gempa M 7,7 Tahuna. Pemerintah daerah terkait di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur diimbau untuk tetap waspada dan berkoordinasi dalam penanganan potensi dampak. ***