DONGGALA – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Donggala sukses menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-VII Tahun 2026 di Aula Kementerian Agama Kabupaten Donggala, Minggu (31/5/2026). Forum permusyawaratan tertinggi organisasi di tingkat kabupaten tersebut berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Menguatkan Kemandirian Jam’iyah dan Khidmat NU untuk Donggala yang Maju, Harmonis, dan Berkeadaban.”
Konfercab menjadi momentum penting bagi warga Nahdliyin Donggala untuk melakukan evaluasi program organisasi, merumuskan arah kebijakan kepengurusan ke depan, sekaligus memilih kepemimpinan baru PCNU Kabupaten Donggala untuk masa khidmat berikutnya.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Dr. Awaluddin Manggasali. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi serta memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam menjawab berbagai tantangan sosial, keagamaan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Tema yang diusung dalam Konfercab Ke-VII sangat relevan dengan kebutuhan organisasi saat ini. Kemandirian jam’iyah menjadi fondasi penting agar NU mampu menjalankan berbagai program pengabdian kepada umat secara berkelanjutan, sekaligus berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah yang maju, harmonis, dan berkeadaban,” ujarnya.
Konfercab Ke-VII diikuti oleh perwakilan dari 14 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Donggala. Kehadiran para peserta menunjukkan komitmen kuat warga Nahdliyin dalam menjaga tradisi musyawarah sebagai landasan utama pengambilan keputusan organisasi.
Rangkaian sidang berlangsung demokratis dan penuh semangat kekeluargaan. Selain membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya dan program kerja organisasi, agenda utama konferensi adalah pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Donggala.
Melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), forum menetapkan KH. Imran Dahlan sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Donggala. Penetapan tersebut merupakan hasil musyawarah lima anggota AHWA yang mendapat mandat dari peserta konferensi untuk memilih figur yang dinilai memiliki kapasitas keilmuan, keteladanan, serta komitmen dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Sementara itu, pada pemilihan Ketua Tanfidziyah, seluruh peserta yang mewakili 14 MWCNU se-Kabupaten Donggala secara bulat memberikan dukungan kepada Dr. KH. Haerolah Muh. Arief. Dukungan penuh tersebut mengantarkan Haerolah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Donggala untuk masa khidmat mendatang.
Terpilihnya KH. Imran Dahlan sebagai Rais Syuriyah dan Dr. KH. Haerolah Muh. Arief sebagai Ketua Tanfidziyah diharapkan mampu memperkuat sinergi kepemimpinan PCNU Donggala dalam mengembangkan program-program keumatan, pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan ekonomi warga Nahdliyin.
Konfercab Ke-VII juga menjadi momentum konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Dengan semangat kebersamaan dan khidmat kepada umat, PCNU Donggala diharapkan semakin berperan aktif dalam menjaga kerukunan masyarakat, memperkuat moderasi beragama, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Donggala yang maju, harmonis, dan berkeadaban.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta komitmen seluruh peserta untuk mendukung dan mengawal hasil-hasil konferensi demi kemaslahatan umat dan kemajuan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Donggala.**

