SIGI – Setelah cukup lama vakum akibat tidak adanya aktivitas belajar mengajar, Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Alkhairaat Desa Sunju, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, kembali aktif. Pada Rabu (3/6), kegiatan belajar perdana berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para siswa.
Kembalinya aktivitas pendidikan di MDA Alkhairaat Sunju tidak terlepas dari dukungan Pengurus Besar Alkhairaat melalui Majelis Pendidikan, Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat Kabupaten Sigi, Pemerintah Desa Sunju, serta tokoh masyarakat setempat.
“Alhamdulillah, hari ini anak-anak di Desa Sunju kembali merasakan pendidikan agama di desanya. Selama ini bangunan MDA Alkhairaat masih berdiri dan kondisinya cukup baik, namun belum dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar,” kata Habib Umar bin Hasan Aljufri yang hadir pada kegiatan belajar perdana tersebut.
Habib Umar berharap proses pembelajaran di MDA Alkhairaat Sunju dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, pendidikan agama memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan akhlak anak-anak.
“Selama ini sebagian orang tua lebih mengutamakan pendidikan umum, sementara pendidikan agama sering kali menjadi pelengkap. Pola pikir seperti ini perlu diubah karena pemahaman agama menjadi benteng bagi anak-anak dari berbagai pengaruh negatif,” ujarnya.
Ia menambahkan, kurangnya pemahaman agama dapat membuat anak-anak lebih rentan terhadap berbagai perilaku menyimpang, seperti penyalahgunaan narkoba dan konsumsi minuman keras yang jelas dilarang dalam ajaran agama.
Sementara itu, Ahmad bin Yahya mengatakan bahwa aktifnya kembali MDA Alkhairaat Sunju merupakan sebuah kesyukuran karena anak-anak kembali memiliki wadah untuk belajar agama setelah pulang dari sekolah formal.
“Tentu ini merupakan berkah dari pendiri Alkhairaat, Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua. Salah satu amanah beliau adalah menghidupkan MDA di mana pun sebagai dasar pendidikan agama bagi generasi muda,” kata Ahmad.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sunju dan seluruh pihak yang telah mendukung pengaktifan kembali MDA Alkhairaat Sunju.
“Untuk sementara kami akan terus memantau perkembangan MDA ini. Kami juga telah menempatkan seorang ustaz untuk mengajar sambil menunggu adanya tenaga pendidik yang dapat dibiayai oleh pemerintah desa,” tambahnya.
Diketahui, MDA Alkhairaat Sunju yang memiliki bangunan permanen sebelumnya pernah aktif dan menjalankan proses belajar mengajar dengan baik. Namun, dalam perjalanannya, kegiatan pendidikan tersebut terhenti karena tidak adanya tenaga pengajar.
Kembalinya aktivitas MDA Alkhairaat Sunju juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah seorang warga berharap keberadaan madrasah tersebut mendapat perhatian lebih dari berbagai pihak, termasuk para wakil rakyat.
“Alhamdulillah, anak-anak bisa kembali belajar agama. Kami berharap ada perhatian dari anggota DPRD Sigi yang berasal dari Kecamatan Marawola untuk membantu pengembangan madrasah ini,” harapnya.

