POSO – Wajah toleransi dan kehidupan damai kembali terlihat di Kabupaten Poso. Dua anak beragama Hindu asal Desa Bakti Agung, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Ratna dan Anggun, menempuh pendidikannya di TK Aisyiyah Muhammadiyah Tambarana bersama anak-anak dari berbagai latar belakang agama.
Kehadiran keduanya di sekolah itu menjadi gambaran nyata harmonisasi masyarakat di wilayah yang selama ini terus membangun budaya damai dan saling menghormati.
Momen tersebut mendapat perhatian dari Aktivis Sosial dan Perdamaian Poso, Budiman Maliki saat menghadiri Milad Aisyiyah ke-109 yang digelar di aula kantor lama Bappeda Poso, Ahad (31/5).
Budiman menilai, lingkungan pendidikan usia dini menjadi ruang penting untuk menanamkan nilai toleransi sejak awal.
Keberadaan Ratna dan Anggun di TK Aisyiyah Muhammadiyah Tambarana menunjukkan bahwa semangat hidup berdampingan telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
“Anak Ratna dan Anggun, adalah potret nyata bagaimana nilai-nilai toleransi dan bina damai telah membumi di dunia pendidikan usia dini,” ujarnya.
Lanjut Budiman, praktik toleransi yang tumbuh di lingkungan sekolah menjadi bukti bahwa keberagaman tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang bersama.
Menurutnya, TK Aisyiyah Muhammadiyah Tambarana membuka ruang pendidikan yang inklusif bagi semua anak patut diapresiasi.
“Langkah kecil seperti ini penting untuk memproses dampak menuju Poso yang damai, rukun, dan harmonis. Nilai-nilai toleransi harus terus dirawat sejak usia dini agar menjadi fondasi kuat bagi masa depan daerah ini,” pungkasnya

