LUWUK – PT PLN (Persero) berkomitmen meningkatkan kualitas keandalan pasokan listrik dan mempercepat transisi energi di wilayah Sulawesi Tengah.

Komitmen ini diwujudkan melalui rapat koordinasi kelistrikan yang dihadiri oleh jajaran manajemen PLN, pimpinan daerah, serta perwakilan legislatif guna membahas solusi jangka panjang kelistrikan di Kabupaten Banggai hingga Morowali Utara.

Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, menyoroti pesatnya pertumbuhan ekonomi di wilayah Luwuk dan sekitarnya.

Menurutnya, potensi pariwisata dan sektor industri pendukung seperti cold storage di Banggai membutuhkan dukungan daya listrik yang besar dan stabil.

“Kami melihat pertumbuhan ekonomi di Luwuk sangat positif, terutama di sektor pariwisata. Selain itu, kebutuhan daya untuk cold storage di Banggai menjadi prioritas kami agar sektor perikanan dan usaha kecil menengah dapat terus berkembang,” ujarnya, Senin (16/03).

Untuk mendukung hal tersebut, kata dia, PLN menyiapkan peta jalan pemanfaatan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang melimpah di wilayah ini sebagai pilar utama pasokan listrik masa depan,” ujar Rizal pada Senin (16/3)

Sementara Anggota DPD RI dapil Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang, memberikan, apresiasi atas respon cepat PLN dalam menangani dinamika kelistrikan di lapangan.

Ia menekankan pentingnya langkah strategis berupa pembangunan infrastruktur jaringan yang terintegrasi.

“Namun, kami juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kondisi kelistrikan di Banggai dan Banggai Laut yang masih memerlukan perhatian khusus agar meminimalisir potensi gangguan,” ujar Febriyanthi.

Ia juga menitipkan harapan besar terhadap proyek strategis interkoneksi jaringan. Kata dia, kehadiran PLN UID Suluttenggo membawa angin segar.

Ia berharap, rencana interkoneksi SUTG (Saluran Udara Tegangan Tinggi) yang menghubungkan Luwuk, Tojo Una-Una, Morowali Utara, hingga Tentena segera terealisasi.

“Ini adalah solusi jangka panjang yang dinantikan masyarakat agar tidak ada lagi daerah yang terisolasi dari akses listrik,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan, PLN tengah bekerja ekstra keras untuk mewujudkan pemerataan akses listrik hingga ke pelosok desa.

“Kami mendengar dan mencatat setiap aspirasi, baik dari Ibu Febriyanthi maupun para Kepala Daerah yang hadir. Fokus kami saat ini adalah memperkuat keandalan sistem distribusi dan mempercepat pembangunan infrastruktur interkoneksi. Interkoneksi sistem ini nantinya akan membuat pasokan listrik jauh lebih stabil karena satu daerah dengan daerah lain akan saling menopang,” tegas Usman.

Usman menambahkan bahwa PLN sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap daerah-daerah yang belum teraliri listrik secara optimal.

“Kami akan mencari solusi paling efektif, baik melalui perluasan jaringan konvensional maupun pembangunan pembangkit berbasis EBT untuk daerah terpencil yang sulit dijangkau transmisi utama,” pungkasnya.

Kegiatan rapat koordinasi ini turut dihadiri Bupati Banggai dan Bupati Morowali Utara. ***