PARIMO – Kepolisian Resor (Polres) Parigi Moutong (Parimo) menargetkan penanaman jagung seluas 700 hektare sepanjang tahun 2026. Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dalam empat kuartal sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang dipimpin langsung Kapolres Parigi Moutong, AKBP Hendrawan A. N, sekitar pukul 15.30 WITA, Sabtu (7/3).
Kegiatan penanaman simbolis tersebut berlangsung di kawasan Alun-alun Kota Parigi bagian barat, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parimo.
Program ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor antara kepolisian, pemerintah daerah, dunia usaha, serta kelompok tani dalam upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan di daerah.
Kapolres Parimo AKBP Hendrawan A. N mengatakan, keterlibatan Polri dalam program penanaman jagung ini merupakan wujud dukungan terhadap agenda strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Program penanaman jagung ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah konkret untuk mendorong kemandirian pangan daerah. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif mendukung program pemerintah yang berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.
Pada kuartal pertama tahun 2026, ditargetkan penanaman jagung seluas 15 hektare. Sementara secara keseluruhan dalam satu tahun, Polres Parimo menargetkan penanaman jagung seluas 700 hektare yang akan dilakukan secara bertahap dalam empat kuartal, dengan rata-rata sekitar 176 hektare setiap kuartal.
Menurut dia, program ini juga melibatkan kelompok tani lokal dengan harapan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, dan kelompok tani dapat terus diperkuat sehingga target penanaman jagung dapat tercapai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Parimo,” tambahnya.
Selain memperkuat sektor pertanian, kegiatan ini juga menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam membangun daerah berbasis potensi lokal.
Dengan dukungan berbagai pihak, Parimo diharapkan mampu menjadi salah satu daerah penghasil jagung yang berkontribusi pada program swasembada pangan nasional. **

