PALU – Maskapai berbiaya hemat terbaik dunia versi Skytrax, Indonesia AirAsia, mendarat perdana di Palu, Sabtu (07/03) siang, yang menandai dimulainya rute baru dari dan menuju Bandara Mutiara Sis Al-Jufri.
Peresmian rute baru ini ditandai dengan prosesi pengguntingan pita oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid bersama Director Flight Operations Indonesia AirAsia, Captain Akhmad Maulana Hendarto.
Terhitung sejak Sabtu hari ini, Indonesia AirAsia, resmi mengoperasikan penerbangan perdana rute Surabaya–Makassar. Pembukaan rute ini memperkuat konektivitas antara Pulau Jawa dan Sulawesi, sekaligus menghadirkan pilihan perjalanan yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui Makassar, penumpang kini memiliki kemudahan melanjutkan perjalanan ke sejumlah kota di Sulawesi seperti Palu, Kendari, dan Luwuk, sehingga mobilitas antar daerah dapat berlangsung lebih efektif dan terintegrasi.
Director Flight Operations Indonesia AirAsia, Captain Akhmad Maulana Hendarto mengatakan, kehadiran rute baru ini merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat jaringan penerbangan di kawasan Indonesia Timur.
“Rute Surabaya–Makassar menjadi penghubung utama yang memperkuat Makassar sebagai titik transit sekaligus virtual hub di kawasan Indonesia Timur. Dari Makassar, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju Palu, Kendari, dan Luwuk dalam satu rangkaian penerbangan yang terjadwal,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan rute tersebut diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.
Selain itu, jaringan penerbangan AirAsia juga membuka peluang konektivitas internasional bagi masyarakat Sulawesi melalui Makassar.
Ia menjelaskan, AirAsia saat ini juga mengoperasikan rute internasional Makassar menuju Kuala Lumpur dengan fasilitas Fly-Thru, yang memungkinkan penumpang melakukan perjalanan terhubung tanpa harus mengambil bagasi di kota transit.
“Sebagai contoh, masyarakat dari Palu yang ingin ke Kuala Lumpur dapat membeli tiket langsung dari Palu ke Kuala Lumpur. Bagasi akan langsung terkoneksi hingga tujuan akhir tanpa perlu diambil kembali di Makassar. Inilah yang kami sebut layanan Fly-Thru AirAsia Group,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyambut baik kehadiran AirAsia yang dinilai menjadi momentum penting bagi peningkatan konektivitas dan pelayanan transportasi udara di daerah tersebut.
Kata dia, beroperasinya AirAsia di Palu merupakan berkah bagi masyarakat Sulawesi Tengah, terlebih di momentum bulan suci Ramadan.
“Kami berharap kehadiran AirAsia menjadi kebanggaan sekaligus solusi bagi kebutuhan transportasi udara masyarakat Sulawesi Tengah,” kata Gubernur.
Ia juga berharap AirAsia dapat memperluas layanan rute penerbangannya di Sulawesi Tengah, tidak hanya Makassar–Palu, tetapi juga membuka peluang rute lain yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Salah satu rute yang diharapkan dapat dipertimbangkan adalah penerbangan langsung Jakarta–Palu dengan jadwal yang lebih variatif.
“Kami berharap ke depan bisa ada pilihan waktu penerbangan yang lebih fleksibel, misalnya pada pagi hari. Dengan begitu masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur juga menyoroti potensi rute domestik lain di Sulawesi Tengah, seperti Palu–Luwuk yang memiliki jarak sekitar 500 kilometer jika ditempuh melalui jalur darat.
Menurutnya, rute tersebut sangat potensial untuk meningkatkan konektivitas antardaerah sekaligus mempercepat mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan layanan penerbangan di wilayahnya, termasuk bagi maskapai yang beroperasi di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri.
Terpisah, Captain Achmad Sadikin Abdurachman, selaku Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Utama Indonesia AirAsia, mengatakan, pembukaan rute Surabaya–Makassar ini merupakan bagian dari komitmen AirAsia untuk memperluas konektivitas nasional, khususnya menuju kawasan Indonesia Timur.
“Kami berharap kehadiran layanan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas akses pariwisata, serta membuka lebih banyak peluang bagi pergerakan masyarakat dan pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia,” ujarnya.
Captain Sadikin menambahkan, dengan skema yang telah ditetapkan, masyarakat dari berbagai kota di Sulawesi memiliki akses yang lebih luas ke destinasi internasional dalam satu rangkaian penerbangan.
Integrasi jaringan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi, sekaligus memperkuat pergerakan wisatawan nusantara melalui pilihan perjalanan yang lebih terhubung dan efisien.
Kehadiran Indonesia AirAsia di Palu juga memiliki makna yang lebih dari sekadar konektivitas.
Pascabencana 2018, melalui kampanye #ToIndonesiaWithLove, AirAsia bersama AirAsia Foundation berkolaborasi dengan Yayasan Arkom Indonesia dalam mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi berbasis komunitas di Sulawesi Tengah.
Dari dana yang dihimpun melalui kampanye tersebut, serta donasi dari AirAsia, total dana yang tersalurkan sebesar Rp13 miliar untuk mendukung upaya rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang bagi masyarakat terdampak.
Inisiatif ini mencakup pembangunan hunian tahan gempa, penyusunan perencanaan desa pesisir, serta penguatan pusat komunitas sebagai bagian dari pemulihan sosial masyarakat.
Turut hadir dalam peresmian rute baru tersebut Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin, Kepala Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Prasetyohadi, Kapolresta Palu Kombes Pol. Hari Rosena, serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

