Tidak ada yang sia sia dalam Islam. Untuk sesuatu yang sepele pun bila diniatkan untuk beribadah kepada Allah Taala maka akan mendapat pahala. Misalnya untuk setengah butir kurma pun dapat menjauhkan seorang hamba dari siksa neraka, apalagi yang lebih besar dari itu.

Rasulullah bersabda: Jagalah diri kalian dari neraka, walau dengan separuh kurma. (HR Bukhari).

Kisah menarik seperti yang dinukilkan dari Abu Hurairah radhiallaahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada seseorang berkata, ‘Sungguh saya akan menyedekahkan sesuatu.’ Lantas ia pergi untuk menyedekahkan sesuatu itu, ternyata sedekah tersebut jatuh ke tangan seorang pencuri.

Kemudian pagi harinya orang-orang ramai membicarakan bahwa tadi malam ada sedekah yang diberikan kepada pencuri. Kemudian orang yang bersedekah tersebut berkata, ‘Ya Allah, hanya bagiMu-lah segala pujian, sungguh saya akan menyedekahkan sesuatu lagi.’

Ia lantas pergi untuk menyedekahkan sesuatu. Tanpa dia ketahui ternyata sedekah tersebut jatuh ke tangan seorang pelacur. Kemudian pagi harinya orang-orang ramai membicarakan bahwa tadi malam ada sedekah yang diberikan kepada seorang pelacur. Kemudian orang itu berkata, ‘Ya Allah, hanya bagiMu-lah segala puji, sungguh saya akan menyedekahkan sesuatu lagi.’

Ia lantas pergi untuk menyedekahkan sesuatu, tetapi jatuh ke tangan seorang yang kaya. Kemudian pagi harinya orang-orang ramai membicarakan bahwa tadi malam ada sedekah yang diberikan kepada orang yang kaya.

Kemudian orang itu berkata, ‘Ya Allah, hanya bagiMu-lah segala pujian, beberapa kali saya bersedekah namun ternyata jatuh ke tangan pencuri, pelacur, dan orang kaya.’

Kemudian seseorang datang lalu berkata kepadanya, ‘Adapun sedekahmu kepada pencuri, mudah-mudahan menyebabkan ia berhenti dari mencuri, sedang sedekahmu kepada perempuan pelacur maka semoga ia segera memberhentikan dirinya dari berzina. Adapun sedekahmu kepada orang kaya, semoga ia mau mengambil pelajaran dan segera menafkahkan sebagian harta yang telah Allah karuniakan kepadanya.‘” (HR. Bukhari, Muslim, 1)

Perkara sepele, tapi Allah SWT mencatanya sebagai sedekah. Dalam Islam, ukuran dan kuantitas bukanlah segalanya karena nilai pahala akan sebuah amalan relatif pada niat serta keselarasannya dengan contoh Nabi.

Jangankan lebih kecil dari setengah butir kurma, kebaikan sebesar zarah pun tidak luput dari perhitungan Allah dan akan Allah tampakkan kepada pelakunya di Akhirat.

Ahli tafsir berkata bahwa zarah adalah semut kecil atau butir debu yang terbang. Keduanya jauh lebih kecil dari setengah butir kurma.

Demikian pula keburukan. Sekecil apa pun keburukan maka ia tidak juga luput dari perhitungan Sang Khalik.

Allah berfirman: Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihatnya, dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihatnya. (QS al- Zalzalah: 7-8).

Hanya saja, Allah mengampuni sebagian besar dari dosa-dosa manusia. “Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS asy-Syura:30).

Tidak harus kurma; segelas air mineral, sebungkus permen untuk berbuka atau sepotong kue yang kita berikan pada orang lain karena mengharap ganjaran dari Allah dapat kita harapkan untuk menjauhkan kita dari neraka, terlebih pada bulan Ramadan saat seluruh kebaikan akan Allah ganjar berkali-kali lipat.

Dan akhirnya,selamat menunaikan ibadah shaum kepada kaum Muslimin dan khususnya kepada seluruh pembaca Media Alkhairaat rahimakumullah. Wallahu a’lam

DARLIS MUHAMMAD (REDAKTUR SENIOR MEDIA ALKHAIRAAT)