PALU, MAL – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menyambut baik rencana pelaksanaan penelitian Human Rights Impact Assessment (HRIA) yang akan mengkaji dampak pemenuhan hak asasi manusia dalam penanganan HIV/AIDS di Kota Palu.

Audiensi terkait riset ini digelar di ruang kerja Wawali pada Rabu (29/07), melibatkan perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Indonesia AIDS Coalition (IAC).

Penelitian ini diharapkan menjadi landasan kuat untuk memperkuat kebijakan serta layanan yang lebih inklusif bagi masyarakat yang terdampak HIV/AIDS. Rencana riset ini juga bertujuan mengidentifikasi berbagai aspek penting, termasuk kemudahan akses masyarakat terhadap layanan HIV/AIDS, akuntabilitas penyelenggaraan layanan, kualitas pelayanan, hingga tantangan dalam pemenuhan hak-hak kelompok terdampak.

“Kunjungan ini merupakan tahapan awal koordinasi dengan Pemerintah Kota Palu sebelum pelaksanaan pengumpulan data di lapangan,” kata Peneliti Pusat Riset Kesejahteraan Sosial, Desa, dan Konektivitas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Fatwa Nurul Hakim.

Fatwa menjelaskan bahwa penelitian HRIA merupakan kolaborasi antara BRIN dan Indonesia AIDS Coalition, dengan dukungan dari Yayasan Apik.

Sebagai bagian dari persiapan, tim peneliti telah mengikuti lokakarya yang diselenggarakan sejak awal tahun 2026 di Jakarta untuk penyamaan persepsi dan penyusunan metodologi penelitian. Para peneliti juga memperoleh penguatan kapasitas mengenai isu HIV/AIDS dari Indonesia AIDS Coalition untuk pemahaman lebih mendalam.

Melalui riset ini, tim peneliti akan mengidentifikasi berbagai aspek penting terkait penanganan HIV/AIDS, di antaranya kemudahan akses masyarakat terhadap layanan, akuntabilitas penyelenggaraan, kualitas pelayanan, serta berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam pemenuhan hak-hak kelompok terdampak.

Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS.

Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Palu sebagai salah satu lokasi penelitian ini.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, organisasi masyarakat sipil, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi langkah penting dalam menghadirkan kebijakan yang berbasis data dan kebutuhan masyarakat,” kata Imelda Liliana Muhidin.

Wakil wali kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Palu mendukung penuh pelaksanaan penelitian tersebut dan berharap hasilnya dapat menjadi referensi dalam penyempurnaan program penanggulangan HIV/AIDS di daerah. ***