PALU –  Inspirator Hijrah, Ustad Felix Siauw berdoa dan berharap satu saat nanti ayah, beserta keluarganya mendapat hidayah dan memeluk Islam.

Doa dan harapanya ini diceritakanya pada  ratusan jamaah di Kota Palu dan sekitarnya menghadiri # Yuk Ngaji, Share Your Happiness, di Masjid Baiturahim Raya Lolu, Selasa (5/2).

Ustad Felix Siauw, mengatakan yang membuat kita semua berarti punya keimanan. “Keimanan tidak ada urusanya dengan harta, ilmu,” katanya.

Dia mengatakan, karena keimanan bukan diberikan kepada orang banyak harta dan ilmunya, tapi diberikan kepada orang-orang diridhoi oleh Allah. Sesungguhnya kita tidak bisa menunjukan hidayah  kepada orang yang kita sayang dan cintai, tapi Allah memberikan kepada orang yang dikehendakinya.

Felix Siauw menceritakan kisah kehidupanya  menjadi mualaf dan melakukan dakwah saat ini, mendapat dukungan keluarganya, utamanya Ayahnya.

Namun sampai kini ayahnya belum mendapat hidayah memeluk Islam. Dia terus memanjatkan doa agar satu saat kelak ,ayah dan keluarganya memeluk Ialam.

Dia juga menceritakan segala resiko dalam berdakwah, tapi baginya pantang mundur.

”Kebenaran harus disampaikan apapun risikonya, semua bergantung pada Allah SWT,” imbuhnya.

Stoory Teller, Ustad Cahyoah Mardirsyad, tiga tahun Yuk Ngaji dengan tema yuk Ngaji, your happines, berbagi kebahagian.

“Makanan enak saja, kita ceritakan kepada siapa saja, dan bagaimana hijrah kita di Islam? Jangan- jangan keislaman kita tidak special bagi kita?”  kata Cahyoah.

 

Conten Creative Booster, Hawariyyun, jangan pernah bosan mendatangi dan mengajak  teman-teman ke majelis-majelis talim. CEO, YukNgaji.id, Ustad Husainassadi, Nyuk Ngaji telah tiga tahun, dalam setiap tahun dengan tema berbeda.

Di tahun ke tiga ini Yuk Ngaji mengambil tema, share your happines, berarti cinta. Berbagi kebahagian dengan cinta.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir artis ibu kota, Dimas Seto, Tengku Wisnu, Arie Untung, Ricky Harun, turut berbagi kebahagian serta memotivasi jamaah.

Ada banyak potensi yang ada pada setiap inividu umat islam, dengan potensi yang ada tersebut agar dapat dioptimalkan untuk menyebarkan segala kebaikan.

” Luruskan niat dan manfaatkan potensi yang ada, tinggal sekarang kita mau jadi pemain atau penonton,” imbuh Tengku Wisnu. (IKRAM)