PALU – Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu menggelar peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di halaman kampus setempat. Kegiatan tersebut diikuti pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh sivitas akademika sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, dilanjutkan kerja bakti dan aksi bersih-bersih lingkungan kampus, serta penanaman pohon produktif di sejumlah area kampus. Selain itu, seluruh peserta diimbau membawa tumbler atau botol minum isi ulang sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mendukung budaya ramah lingkungan di lingkungan kampus.

Ketua Senat Universitas Alkhairaat Palu, Prof. Dr. Ir. H. Kasman Jaya Saad, M.Si., yang juga merupakan Guru Besar pertama Universitas Alkhairaat dalam bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab bersama terhadap pelestarian lingkungan.

Menurutnya, perubahan iklim merupakan tantangan global yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penerapan budaya hidup berkelanjutan di lingkungan kampus.

Prof. Kasman juga menyoroti isu pencemaran air dan tanah di Kota Palu yang perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, aktivitas pertambangan di wilayah hulu berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang rentan terhadap paparan bahan kimia berbahaya.

“Oleh karena itu, perguruan tinggi diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi, penelitian, dan solusi ilmiah guna mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Alkhairaat Palu, Dr. Muhammad Yasin, S.E., M.P., mengajak seluruh sivitas akademika untuk membangun budaya peduli lingkungan melalui kebiasaan sederhana, seperti membawa tumbler dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Yasin menegaskan bahwa gerakan zero waste harus dimulai dari lingkungan kampus sebagai wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam. Menurutnya, lingkungan hidup merupakan titipan bagi generasi mendatang yang harus dijaga dan dilestarikan bersama.

Melalui kegiatan tersebut, Universitas Alkhairaat Palu berharap dapat menumbuhkan budaya peduli lingkungan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung upaya pelestarian alam dan mitigasi perubahan iklim.

“Semangat ‘Green Campus for a Better Future’ diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkontribusi dalam menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” tutupnya.