PALU, MAL – Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, mendesak kepolisian segera menangkap pelaku pembunuhan satu keluarga Duyu di Kota Palu.

Desakan ini menyusul wafatnya Nur Hannisa, istri korban Jamil, pada Kamis (06/08), setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka yang dideritanya.

Perempuan yang akrab disapa Bunda Wiwik ini menyatakan peristiwa pembunuhan satu keluarga Duyu tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat Sulawesi Tengah.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhumah Nur Hannisa dan seluruh keluarga korban. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah para korban, mengampuni segala khilafnya, serta memberikan ketabahan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Sulteng ini.

Ia juga mendesak aparat kepolisian agar bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan dan segera menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

“Saya meminta aparat kepolisian bekerja secara maksimal agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat membutuhkan kepastian hukum dan rasa aman,” tegasnya.

Menurut Bunda Wiwik, kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius yang harus mendapat perhatian seluruh pihak.

Ia pun menyayangkan masih adanya perempuan yang menjadi korban tindak kekerasan hingga kehilangan nyawa.

“Ini sangat memprihatinkan. Lagi-lagi perempuan menjadi korban kekerasan, bahkan sampai meninggal dunia. Negara harus hadir memberikan perlindungan yang maksimal terhadap perempuan dan memastikan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal,” katanya.

Bunda Wiwik berharap aparat penegak hukum dapat menuntaskan penyelidikan secara profesional, transparan, dan memberikan keadilan bagi para korban serta keluarga yang ditinggalkan.

Nur Hannisa, wafat menyusul mendiang suami anaknya yang lebih dulu meninggal setelah dianiaya Aan Kurniawan, pelaku yang saat ini masih bebas berkeliaran dan belum tertangkap.