GAZA, MAL — Sebanyak tujuh warga Palestina syahid dan 14 lainnya terluka dalam serangkaian serangan pasukan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza, meski kesepakatan gencatan senjata masih berlaku. Kementerian Kesehatan Gaza menyampaikan laporan tersebut pada Ahad (30/8/2026).

Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan, lima warga Palestina telah tiba di rumah sakit dalam kondisi meninggal pada periode pelaporan terbaru. Empat di antaranya merupakan korban yang baru tewas, sementara satu lainnya meninggal akibat luka yang diderita sebelumnya.

Menurut koresponden Al Mayadeen, dua warga Palestina syahid setelah sebuah pesawat nirawak Israel menargetkan sekelompok orang di sebelah barat Deir al-Balah, Gaza tengah. Sejumlah warga lainnya terluka dalam serangan tersebut, termasuk seorang anak.

Kompleks Medis Nasser juga melaporkan seorang warga Palestina meninggal pada Ahad pagi akibat luka yang dideritanya setelah penembakan Israel menghantam kawasan Al-Amal, Khan Yunis, pada Sabtu (29/8) malam.

Pasukan Israel juga melancarkan serangan artileri ke sejumlah wilayah Gaza. Serangan dilaporkan menyasar bagian timur kamp pengungsi Jabaliya di Gaza utara serta sejumlah wilayah di barat laut Rafah, Gaza selatan.

Serangan menggunakan pesawat nirawak, artileri, dan tembakan dilaporkan masih berlangsung di sejumlah wilayah Jalur Gaza pada Ahad pagi.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sejumlah korban masih berada di bawah reruntuhan bangunan dan di jalan-jalan. Tim ambulans dan Pertahanan Sipil belum dapat menjangkau sebagian korban karena kondisi di lapangan.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan, jumlah warga Palestina yang tewas sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober mencapai 1.318 orang. Sebanyak 4.375 orang lainnya terluka, sedangkan 815 jenazah telah ditemukan dan dievakuasi selama periode tersebut.

Dengan tambahan terbaru, jumlah keseluruhan warga Palestina yang tewas sejak perang Israel di Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023 mencapai 73.454 orang. Sebanyak 174.486 warga Palestina lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Kementerian Kesehatan Gaza menegaskan proses pencarian dan evakuasi korban masih berlangsung, terutama di lokasi yang mengalami kerusakan parah akibat serangan.*