DONGGALA – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah (Sulteng), dr. Renny Lamadjido meninjau langsung lokasi kawasan Pangan Nusantara (KPN) di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, Sabtu (09/05).

Peninjauan dilakukan setelah rapat terbatas yang dipimpin oleh Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, beberapa hari lalu.

Saat itu, Gubernur telah memastikan bahwa program pangan di KPN akan dilanjutkanya.

Dalam kunjungannya, Wagub Sulteng didampingi Kepala Bappeda, sejumlah staf Dinas Tanaman pangan, camat dan staf desa serta M Ridha Saleh, selaku mantan Tenaga Ahli Gubernur Sulteng.

Saat berada di lokasi, wagub melihat langsung beberapa blok area proyek KPN blok 1 terdiri 20 Ha dan Blok 2 180 Ha yang sudah di land clearing dan sudah ditanami oleh masyarakat seperti tanaman holtikultura dan tanaman perkebunan.

“KPN ini sangat luar biasa, lahanya juga subur, saya liat tanamanya juga tumbuh dengan baik, sayang sekali kalau tidak dikelola dengan baik. Jadi KPN ini perlu dibuatkan roadmap dan ekosistem pertanian dan perkebunan terintegrasi,” kata Wagub.

Sebab, kata dia, wilayah ini berdampingan dengan sejumlah potensi, seperti wisata danau dan laut, apalagi infrastruktur di dalam kawasan bisa dikatakan sudah memadai.

“Namun kondisi yang saya lihat belum dikelola secara baik dan maksimal. Saya datang ke lokasi ini diperintahkan gubernur untuk memastikan kondisi objektif dan terkini lokasi KPN. Apalagi kemarin gubernur telah mendengar langsung dari Pak Ridha Saleh gambaran umum serta telah memutuskan untuk dilanjutkan,” ujarnya.

Untuk menindaklanjuti program ini, lanjut dia, gubernur telah memerintahkan untuk segera membentuk tim percepatan pembangunan KPN serta tim mitigasi sosial dan lingkungan yang bekerja di lapangan.

M. Ridha Saleh yang turut ikut bersama rombongan, menjelaskan, selama berdirinya KPN sudah pernah dikeloka secara kemitraan antara TNI dan petani melalui manunggal petani dan TNI.

“Kalau tidak salah pernah empat kali panen jagung, serta menanam berbagai komuditi seperti kacang, cabe dan lainnya, namun sekarang berhenti,” kata Ridha Saleh.

Kata dia, walaupun hingga saat ini masih banyak petani yang memanfaatkan areal KPN, tapi tidak maksimal.

“Dan wagub sudah mendengar langsung bagaimana respon warga saat mendengar program ini dilanjutkan,” imbuhnya.