PALU, MAL – Tawuran antara warga Jalan Anoa, Kelurahan Tatura Utara, dan Kelurahan Nunu di Kota Palu, pecah pada Selasa (21/07) malam.
Akibat insiden tawuran ini, seorang petugas keamanan Perumahan Metro menjadi korban. Ia mengalami luka dan harus dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.
Menanggapi insiden ini, Lurah Tatura Utara, Firman H. Nipo, mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi.
Firman menjelaskan, kejadian itu bermula dari persoalan rumah tangga yang kemudian memicu kekerasan dan ketegangan antarwarga.
“Awalnya ada pasangan suami istri bertengkar di depan pos pintu masuk Perumahan Metro, Jalan Emmy Saelan. Merasa terancam, sang istri meminta tolong kepada petugas keamanan perumahan. Diduga tak terima campur tangan security, suami pulang dan memanggil kerabatnya untuk menyerang petugas keamanan,” kata Firman H. Nipo, Rabu (22/07).
Ia mengaku belum bisa memastikan luka korban akibat tikaman atau lemparan batu. Saat ini korban masih dirawat di RS Bhayangkara, kondisinya sudah membaik.
Firman menegaskan, masalah ini bersifat personal, bukan konflik antarkelompok atau wilayah yang memicu tawuran warga Palu ini.
Oleh karena itu, ia meminta warga Tatura Utara dan Nunu menahan diri, tidak terpancing isu, serta menyerahkan penanganan kasus tawuran ini kepada polisi.
Pasca tawuran, aparat kepolisian melakukan pengamanan dan patroli di Jalan Anoa serta Kelurahan Nunu. Tindakan ini untuk mencegah bentrokan susulan dan menjaga keamanan di wilayah tersebut.
Pemerintah kelurahan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persaudaraan demi mencegah terulangnya peristiwa tawuran serupa.
