Tak Diterima Masuk SD, Bocah asal Boyaoge Lapor ke Pasha

oleh -
Sigit Purnomo Said

PALU-  Kesempatan tak datang dua kali, begitu mungkin yang ada difikiran Sahira Mursalin seorang bocah berusia tujuh tahun asal Kelurahan Boyaoge. Ia mengeluhkan nasibnya langsung kepada Wakil Walikota Palu, Sigit Purnomo Said saat hadir dalam peringatan Halal Bi Halal, di bilangan Jalan Beringni Boyaoge, Palu Selatan, Jumat (14/7) malam tadi

Menurut kerabat dekat Sahira, bahwa pihak keluarga telah mendaftarkan Sahira di SDN 14 Boyaoge, namun pihak sekolah menolaknya dengan alasan bahwa sekolah itu telah penuh.

“Saya bingung, pertama kata pihak sekolah bahwa sekolah itu telah penuh, namun ada bahasanya lagi kami disuruh menunggu sampai tanggal 17,” ucap kerabatnya itu.

Karena tak adanya kepastian, maka pihaknya mencoba membawa Sahira ke salah satu sekolah lai,n yang ada namun setelah tiba disana aktifitas disekolah itu  sepi.

“Karena takut Sahira tak bersekolah, maka ibunya membawanya langsung ke sekolah SDN 21 Boyaoge, namun setelah tiba tidak ada aktifitas di sana. Menurut info di SD itu juga telah menutup pendaftaran siswa baru,” ungkapnya.

Sahira yang mengeluhkan persoalan itu di depan Wakil Walikota Palu akhirnya mendapatkan respon dari pejabat yang akrab disapa Pasha.

“Hari ini tidak ada lagi anak-anak yang tidak bersekolah, dan khusus buat Sahira, saya minta kepada lurah Boyaoge untuk menemaninya menghadap langsung kepada kepala Disdikbud Kota Palu dan menyampaikan amanah dari saya, bahwa Sahira harus masuk sekolah,” tegas Sigit di tengah ratusan warga yang menghadiri Halal Bi Halal tersebut.

Selain memberi hadiah kepada Sahira untuk masuk sekolah, Wakil Walikota Palu juga langsung memberi sumbangan pribadinya sebesar Rp1 juta, kepada salah satu yayasan pembinaan anak-anak di kelurahan tersebut. (HAMID)