MAKASSAR, MAL – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah 14 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang beroperasi selama 24 jam di Kota Makassar.

Penambahan tersebut melengkapi 11 SPBU yang sebelumnya telah menerapkan layanan serupa guna memperluas akses masyarakat terhadap BBM dan mengurangi kepadatan antrean.

Langkah itu dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan masih terjadinya antrean BBM di sejumlah SPBU dalam tiga bulan terakhir. Dalam dua hingga tiga hari terakhir, kepadatan juga tercatat meningkat pada penyaluran Pertalite.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penambahan jam operasional diharapkan memberikan lebih banyak pilihan waktu bagi masyarakat untuk melakukan pengisian BBM.

“Penambahan jam operasional ini kami lakukan agar akses pelayanan semakin luas. Masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk melakukan pengisian BBM, sehingga kepadatan di jam-jam tertentu dapat ditekan,” ujar Lilik.

Selain memperpanjang jam layanan, Pertamina mencatat kebutuhan Solar JBT mengalami peningkatan sekitar 10 hingga 15 persen selama periode Juni hingga Agustus 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya aktivitas logistik, semakin lebarnya disparitas harga, serta adanya indikasi aktivitas pelangsiran yang turut memengaruhi pola konsumsi di lapangan.

Untuk menjaga kelancaran distribusi energi, Pertamina menjalankan sejumlah langkah, antara lain melakukan marshalling di SPBU dengan antrean padat agar kendaraan dapat diarahkan ke SPBU lain yang lebih lengang. Pertamina juga menambah alokasi BBM sebesar 10 hingga 15 persen dari rata-rata penyaluran harian pada wilayah atau SPBU yang membutuhkan.

Selain itu, penyaluran LPG 3 kilogram di Sulawesi Selatan diperkuat hingga 130 persen dari rata-rata penyaluran harian. Pertamina juga mengoptimalkan armada mobil tangki serta menyesuaikan pola distribusi guna mempercepat pengiriman ke SPBU.

Di sisi pengawasan, Pertamina melakukan pemantauan transaksi BBM bersubsidi dan telah memblokir 6.023 nomor polisi yang terindikasi melakukan transaksi tidak sesuai ketentuan.

“Berbagai langkah ini berjalan secara bersamaan. Kami melihat kondisi setiap wilayah dan SPBU berdasarkan kebutuhan, antrean, serta pola konsumsinya. Tujuannya agar pasokan tetap tersedia dan pelayanan kepada masyarakat semakin efektif,” jelas Lilik.

Sebanyak 25 SPBU di Makassar kini beroperasi selama 24 jam setelah penambahan 14 titik baru. Lokasi tersebut tersebar di berbagai kawasan, antara lain Jalan Perintis Kemerdekaan, AP Pettarani, Sultan Alauddin, Gunung Bawakaraeng, Hertasning, Tamangapa Raya, hingga Barombong.

Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan agar distribusi energi tetap berjalan lancar.

“Kami mengajak masyarakat menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan panic buying. Stok dan distribusi terus kami jaga, sementara pelayanan juga kami perluas melalui penambahan SPBU yang beroperasi 24 jam,” kata Lilik. ***