SMPN 11 Siap Pembelajaran Tatap Muka

oleh -252 Kali Dilihat
Salahsatu siswa SMPN 12 Palu lebih dulu di screening dokter, sebelum divaksin, Senin , (27/9), Foto : Ikram

PALU- Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 11 Palu menyatakan siap melakukan pembelajaran tatap muka (PTM), tinggal menunggu surat edaran.

“Dari faktor lain SMP 11 siap pembelajaran tatap muka, sebab semua guru, pegawai, bahkan penjaga sekolah telah divaksin sampai dosis 2,” kata Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 11, Sunardiyanto, usai pelaksanaan vaksin di SMP 11 , Jalan Keramik, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Senin, (27/9).

Selain itu, kata di, sarana dan prasarana protokol kesehatan seperti, sabun, tempat cuci tangan, ruangan handsanitizer sudah siap, tinggal menunggu surat edaran (SE), kalau memang sudah mau tatap muka.

Pelaksanaan vaksin di SMPN 11 Palu sendiri, dilakukan oleh tenaga kesehatan dan vaksinator dari Puskesmas Mamboro dan Puskesmas Tipo.

“Pelaksanaan vaksinasi tersebut, dari 313 jumlah siswa , baru 58 orang telah divaksin, ditambah 11 orang mendapat vaksin ditempat lain, ” totalnya 69 orang telah divaksin, “katanya.

Ia mengatakan, ada beberapa hal menyebabkan siswa tidak divaksin, diantaranya belum genap berusia 12 tahun, ada penyakit bawaan (komorbid) dan alergi terhadap obat-obatan.

“Padahal siswa/siswi yang datang cukup antusias divaksin, tapi ketika discreening belum bisa divaksin,” pungkasnya.

Salahsatu siswa SMPN 11 Novita mengaku tidak divaksin sebab ada penyakit bawaan, selain itu alergi terhadap obat-obatan.

“Kalau saya sakit, hanya minum air kelapa,” katanya.

Sementara, Kepsek SMPN 12 Palu, Yusrin mengatakan, siswa/siswi telah divaksin, totalnya 39 orang dari jumlah 137 siswa/siswi akan divaksin.

Ia mengatakan, sebenarnya awalnya banyak siswa/siswi akan divaksin sekitar 60 persen sampai 70 persen. Mereka setuju untuk divaksin, tapi entah karena sebab lain, banyak mundur, dengan berbagai macam alasan.

“Jadi banyak anak mau divaksin, tapi oleh orangtuanya tidak izinkan, sebab kami juga, tidak paksakan,” katanya.

Padahal pihaknya, kata dia , memberikan surat pernyataan/persetujuan dari orangtua, Itu salahsatu poin persyaratan telah disepakati bersama Dinas Pendidikan Kota Palu.

Jadi mekanismenya kata dia, semua dikembalikan kepada orangtua siswa anaknya divaksin atau tidak.

Ia mengatakan, pihaknya telah berupaya dengan segala cara pendekatan dengan orang tua siswa/siswi baik diundang maupun ditelpon untuk konsultasi langsung terhadap dokter apa baiknya vaksinasi bagi siswa.

“ada orangtua yang datang, tapi lebih banyak tidak datang,” katanya.

Dia menambahkan, vaksinasi terhadap siswa/siswi ini bukan prasyarat PTM , sebab belum ada surat edarannya. Tapi surat dari Dinas Pendidikan mendukung untuk PTM.

“Tentu misalnya ketika ada PTM semua siswa telah divaksin, tentu lebih mengurangi resiko terpapar Covid 19,” pungkasnya.

Dari pantauan media ini, pelaksanaan vaksinasi di SMPN 11 dilakukan oleh tenaga kesehatan dan vaksinator dari puskesmas Nosarara dan Puskesmas Pantoloan dengan protokol kesehatan ketat. (IKRAM)