PALU – Sebanyak 105 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Donggala resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci pada musim haji 2026.

Rombongan dilepas Wakil Bupati Donggala mewakili Bupati Donggala di Asrama Haji Kabupaten Donggala sebelum bertolak menuju Embarkasi Balikpapan pada 12 Mei 2026.

Dari ratusan jamaah tersebut, perhatian tertuju pada jamaah termuda asal Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, bernama Novia Fiska Rizkia yang masih berusia 19 tahun.

Novia berangkat sebagai jamaah haji pengganti setelah ayahnya, almarhum Azizun alias Nanang, wafat sebelum keberangkatan.

Sementara itu, jamaah tertua asal Donggala tercatat atas nama Nursia Dawilanu dari Kecamatan Sojol Utara.

Rombongan CJH Donggala tergabung dalam Kloter 12 BPN bersama jamaah dari empat daerah, termasuk Kota Palu.

Pada 13 Mei 2026, seluruh jamaah diberangkatkan dari Embarkasi Balikpapan menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Donggala, Ardian Madiua, mengatakan seluruh CJH asal Donggala dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan akhir di Embarkasi Balikpapan sehingga dapat diberangkatkan seluruhnya.

“Kita doakan semoga seluruh CJH Kabupaten Donggala diberikan kelancaran ibadah, kesehatan, serta perlindungan selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Alhamdulillah, seluruh jamaah Donggala lolos pemeriksaan kesehatan,” ujar Ardian Madiua kepada media ini, Jumat (15/5/2026).

Namun demikian, Ardian menjelaskan terdapat tiga calon jamaah haji asal Kota Palu yang terpaksa dipulangkan karena tidak memenuhi syarat kesehatan saat pemeriksaan akhir di Balikpapan.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan akhir di Embarkasi Sepinggan Balikpapan menjadi tahap penentu sebelum jamaah diberangkatkan ke Arab Saudi melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

“Bisa saja saat pemeriksaan kesehatan di Palu dinyatakan sehat, tetapi ketika tiba di Balikpapan kondisi kesehatannya menurun atau drop sehingga tidak memenuhi syarat keberangkatan. Insya Allah tahun depan tetap bisa diberangkatkan setelah kondisi kesehatannya membaik,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Rombongan CJH Kloter 10, Budi Utomo, juga membenarkan adanya tiga jamaah asal Kota Palu yang dipulangkan akibat menderita penyakit serius.

“Mereka berasal dari Kloter 9 dan Kloter 11 dan saat ini sudah dipulangkan kembali ke daerah asal yakni Kota Palu,” ungkapnya.