PALU – Pemerintah pusat seminggu yang lalu menurunkan harga minyak goreng kemasan secara nasional 14 ribu perliter, untuk semua jenis merek. Namun sayangnya, saat ini di setiap super market atau toko minyak ini sangat sulit ditemukan.

Ridha warga Maesa Kelurahan Lolu mengatakan, sejak Pemerintah pusat menurunkan harga minyak goreng kemasan, stok pembeliannya dibatasi. Selain itu minyak goreng kemasan sangat sulit di temukan.

“Sejak turun harga, minyak goreng sampai saat ini saya baru beli satu pak kemasan 2 liter. Baru mau beli lagi pe susah didapat. Sudah keliling- keliling Alfamidi dan singgah di Carrefour stoknya habis terus. Ditanya sama mbak Kasir kapan ready kembali mereka tidak tahu. Kan aneh,” keluh Ridha kepada media alkhairaat online Senin (24/1).

Dia heran, mengapa stok minyak goreng kemasan yang sebelumnya berlimpah tiba- tiba habis. Padahal tidak semua orang beli minyak goreng.

Kemungkinan besar kata dia, yang banyak uangnya pasti membeli dari yang dibutuhkan.

Hania salah seorang penjual sayur masak di Jalan Otista Besusu Timur mengatakan, turunnya harga minyak goreng kemasan, sangat terbantu para pedagang sayur masak. Namun kini ia mengeluh minyak goreng kemasan itu sangat susah ditemukan.

“Katanya membantu para ekonomi kecil. Tapi kenapa stoknya sangat sulit di temukan. Lagi-lagi habis. Apakah habis atau disembunyikan. Karena saya intip dos nya dalam gudang Alfamidi banyak dos minyak, tapi anehnya dibilang dos sudah kosong,” akunya.

Reporter: Irma/Editor: Nanang