PALU, MAL. Rusdianto, santri dari Sanggar Seni dan Pesantren Kaligrafi Alquran Alhasyimi Pusat Palu, kembali mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara I cabang Khatil Quran Dekorasi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang baru-baru ini digelar di Kabupaten Sigi.

Pencapaian ini menegaskan reputasi Rusdianto sebagai Rusdianto Juara Kaligrafi MTQ yang konsisten berprestasi.

Rusdianto mengungkapkan bahwa keberhasilan yang diraihnya bukanlah hasil instan.

Menurutnya, latihan yang konsisten setiap hari merupakan kunci utama keberhasilannya dalam mendalami seni kaligrafi Al-Qur’an.

“Latihan yang saya lakukan adalah setiap hari tetap menggoreskan kalam, walaupun hanya menulis beberapa kata. Yang paling sering saya lakukan adalah mendalami kaidah huruf demi huruf dengan terus melihat referensi karya para master kaligrafi dunia yang keindahan tulisannya telah diakui secara internasional,” kata Rusdianto Ahad (14/6).

Ia menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut sejalan dengan motto Sanggar Seni Kaligrafi Al-Qur’an Al Hasyimi, tempat dirinya belajar, yaitu One Day One Ayah atau satu hari satu ayat.

Motto ini menjadi motivasi agar para santri tetap meluangkan waktu untuk menulis di tengah kesibukan mereka, berkat kecintaan dan rasa penasaran terhadap keindahan bentuk huruf-huruf kaligrafi itu sendiri. Konsistensi ini membuat Rusdianto semakin mantap menjadi Rusdianto Juara Kaligrafi MTQ.

Dalam perlombaan kaligrafi MTQ, peserta diwajibkan menyelesaikan karya dalam waktu delapan jam. Rusdianto mengaku membagi waktu tersebut menjadi dua bagian, yakni empat jam untuk proses penulisan dan empat jam lainnya untuk penyelesaian warna serta ornamen pada karya kaligrafinya.

“Konsep warna dan ornamen sebenarnya sudah dipersiapkan saat latihan. Sumber inspirasi saya banyak berasal dari ornamen Timur Tengah, terutama gaya tezhib atau hiasan pinggir yang populer di Turki dan Iran. Kemudian dipadukan dengan motif-motif Nusantara, khususnya motif batik yang menjadi ciri khas daerah di Indonesia,” jelasnya.

Menurut Rusdianto, perpaduan unsur Timur Tengah dan kekayaan budaya Nusantara menjadi identitas tersendiri dalam setiap karya yang ia hasilkan, menjadikannya unik di mata juri dan penikmat seni. Pendekatan ini turut berkontribusi pada kemampuannya sebagai Rusdianto Juara Kaligrafi MTQ.

Pada MTQ Provinsi Sulawesi Tengah tahun ini, Rusdianto tampil mewakili Kafilah Kota Palu. Ia mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan melalui dua tahap pemusatan latihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Palu.

“Tahap pertama dilaksanakan pada April dengan fokus memperkuat kaidah penulisan. Sedangkan tahap kedua pada awal Juni hingga pemberangkatan kafilah lebih difokuskan pada simulasi lomba, pematangan konsep karya, serta penyesuaian tata warna dan desain. Berkat masukan para pelatih, akhirnya ditemukan konsep warna yang paling sesuai untuk ditampilkan saat lomba,” tuturnya.

Perjalanan Rusdianto di dunia kaligrafi dimulai sejak masih duduk di bangku Madrasah Aliyah. Namun, ia baru mendapatkan guru dan tempat belajar yang intensif ketika memasuki semester lima perkuliahan pada tahun 2016.

“Saya mulai mengikuti lomba pada tahun 2017. Total sudah sekitar 14 kali mengikuti berbagai kompetisi. Lomba pertama di tingkat Kecamatan Kasimbar belum berhasil meraih juara, kemudian lomba kedua di Kecamatan Tinombo meraih Juara II,” kenangnya.

Ia melanjutkan, pada MTQ Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Morowali tahun 2018, ia berhasil meraih Juara II. Hingga saat ini, Rusdianto telah mengoleksi delapan gelar Juara I pada berbagai ajang seleksi tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Rekam jejaknya sebagai Rusdianto Juara Kaligrafi MTQ semakin tak terbantahkan.

Ia juga pernah dua kali tampil di tingkat nasional, yakni di Padang, Sumatera Barat dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, meskipun belum berhasil meraih gelar juara di sana. Namun, pencapaian terbaiknya datang pada MTQ Nasional 2024 di Samarinda, Kalimantan Timur, saat berhasil meraih Juara III Nasional cabang Kaligrafi Al-Qur’an.

Menatap MTQ tingkat nasional berikutnya, Rusdianto mengaku akan terus meningkatkan kualitas karya dan kemampuan teknisnya agar mampu mengharumkan nama Sulawesi Tengah di kancah nasional.

“Persiapan ke depan adalah memperkuat kaidah penulisan, mempersiapkan desain dan tata warna yang sesuai dengan perkembangan motif terbaru,” pungkasnya, menunjukkan tekadnya untuk terus menjadi Rusdianto Juara Kaligrafi MTQ yang berprestasi.