RS SIS Aljufri Menuju Rumah Sakit Pendidikan

oleh -
Direktur RS SIS Aljufri, dr. Syarir Abdurrasyid, S.pOg memaparkan kondisi rumah sakit di hadapan tim akreditasi dari KARS, Senin (20/01). (FOTO: MAL/NANANG IP)

PALU – Ketua Yayasan Rumah Sakit SIS Aljufri Palu, Dr. Sofyan Bahmid, menaruh harapan agar rumah sakit Islam satu-satunya di Kota Palu tersebut mendapat akreditasi dengan nilai terbaik.

Menurutnya, keinginan tersebut cukup beralasan, karena hingga kini pelayanan dan sarana penunjang rumah sakit kian memadai.

Hal itu diungkapkan Sofyan di hadapan Ketua Tim Komite Akreditisi Rumah Sakit (KARS) yang hadir di RS SIS Aljufri, Senin (20/01).

Menurut Sofyan, ke depan RS SIS Aljufri akan melakukan sinergitas dengan Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu. Kerja sama ini mendorong agar RS SIS Aljufri menjadi rumah sakit pendidikan yang ada di Sulteng.

Ia juga berharap, ke depan, RS SIS Aljufri tidak hanya menjadi milik warga Alkhairaat, melainkan juga milik seluruh warga Sulteng.

“Ini PR (pekerjaan rumah) besar untuk yayasan, karena ini satu-satunya rumah sakit Islam yang bisa memberikan harapan kepada masyarakat,” katanya.

Sementara Direktur RS SIS Aljufri, dr. Syarir Abdurasyid, S.pOg di hadapan tim akreditasi, menyampaikan sejumlah kondisi rumah sakit tersebut. Sejak 2015 silam, kata dia, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kerja sama diraih berkat akreditasi yang telah didapat sebelumnya.

“Karena BPJS tidak akan bekerja sama dengan rumah sakit yang belum terakreditasi. Saya lihat ini BPJS sangat dibutuhkan,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dengan segala keterbatasan, pihaknya terus melakukan perbaikan, seperti memaksimalkan apa yang menjadi kendala, yang penting jalannya sudah benar. Selain itu, kata dia, rumah sakit juga memiliki tim kerohaniawan yang berfungsi memberi pencerahan dan spirit kepada pasien.

Hingga kini, kata dia, jumlah suluruh karyawan rumah sakit sebanyak 166 orang, terdiri dari dokter spesialis, perawat, bidan, apoteker, petugas kebersihan, keamanan hingga sopir. Sementara prasarana pendukung seperti pengelolan limbah rumah sakit dan laboratorium.

FOTO: HAMID

Ia juga menceritakan cikal bakal berdirinya rumah sakit, yang awalnya hanya sebuah bangunan sekolah.

Sementara dokter pendamping akreditas RS SIS Aljufri, dr. Nita Damayanti, menuturkan, sebenarnya akreditas RS Alkhairaat ini telah dilakukan pada tahun lalu, namun setiap tahun tetap harus ada kunjungan.

“Ini adalah bentuk monitoring evaluasi (monev) karena pada tahun sebelumnya ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki,” kata Nita.

Menurutnya, akreditas ini bertujuan untuk mengecek sejumlah kekurangan dan sampai sejauhmana perbaikan yang dilakukan.

“Terus terang kegiatan ini juga sangat membantu terwujudnya pelayanan yang baik di rumah sakit,” terangnya.

Lanjut Nita, semua diperiksa dari segi pelayanan, manajemen pencatatan dan sebagainya, dalam rangka memperbaiki mutu layanan.

“Karena semua akan dievaluasi, apakah itu dokternya hingga perawatnya, apakah pernah mengikuti pelatihan dan sebagainya,” ujarnya.

Kata Nita, RS SIS Aljufri saat sudah memiliki lebih dari empat spesialis pelayanan dasar yang merupakan syarat RS type C.

“Kita sudah punya bedah, interna, kebidanan dan anak, bahkan ada THT dan mata. Jadi kita sudah lebih,” pungkasnya.

Kegiatan Akreditas RS Aljufri yang direncanakan berlangsung selama dua hari, tanggal 20 sampai 21 Januari tersebut dihadiri Surveyor KARS, dr Dyah Silviaty, Sp.A.M.H.Kes. (NANANG IP/HAMID)