Palu, MAL – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman Thahir menegaskan bahwa Dasa Dharma Pramuka menjadi fondasi yang kuat untuk membangun integritas dan moralitas bagi generasi muda. Pernyataan ini disampaikannya saat membuka kegiatan Kemah Temu Galang Tegak (KTGT) Ke-XV di Kampus II UIN Datokarama, Desa Pombewe, Kabupaten Sigi, pada Senin, 22 Juli 2024.
Penguatan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka kepada generasi muda sangat krusial dalam membina karakter mereka di tengah tantangan zaman. Profesor Lukman Thahir menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai luhur ini dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebagai hafalan.
KTGT Ke-XV se-Sulawesi Tengah ini diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Racana Karamatul Husna UIN Datokarama. Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 22 hingga 26 Juli dan diikuti oleh 750 peserta yang berasal dari 27 Gugus Depan (Gudep) tingkat penegak dan penggalang se-Sulawesi Tengah.
Di hadapan ratusan peserta KTGT, Rektor Profesor Lukman Thahir menyampaikan bahwa nilai yang terkandung dalam Dasa Dharma Pramuka lebih dari sekadar materi yang wajib dihafal. Lebih dari itu, Dasa Dharma Pramuka adalah fondasi kokoh untuk membentuk integritas, kedisiplinan, serta moralitas generasi muda di era digital yang semakin kompleks.
“Pramuka mengajarkan kita untuk tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Dasa Dharma adalah kompas moral agar kita tidak kehilangan arah di tengah perubahan zaman,” kata Profesor Lukman Thahir.
Salah satu poin penting dalam Dasa Dharma Pramuka adalah bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Nilai ini, menurut Rektor, menjadi pijakan esensial dalam melahirkan calon pemimpin masa depan yang memiliki komitmen moral tinggi terhadap masyarakat, bangsa, dan agama.
“Ketika seorang Pramuka memegang teguh rasa tanggung jawab dan kejujuran, maka ia akan menjadi benteng bagi dirinya sendiri dari perbuatan tercela,” tegas Profesor Lukman Thahir.
Pembinaan karakter, tambahnya, tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran formal di dalam ruang kelas. Melalui kegiatan outdoor seperti Kemah Temu Galang Tegak, para peserta diajarkan mempraktikkan secara langsung prinsip kesetiakawanan, gotong royong, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
