Ratusan Warga Terdampak Banjir di Parimo Butuh Logistik

oleh -
Kondisi banjir di Desa Olaya, Kamis (20/05) malam. (FOTO:IST)

PARIMO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi (Sulteng) mencatat, sebanyak 236 kepala keluarga terdampak banjir di tiga desa membutuhkan logistik, dalam hal ini makanan siap saji.

Banjir meredam tiga desa tersebut, Desa Olaya, Kecamatan Parigi, Desa Kayuboko serta Desa Air Panas, Kecamatan Parigi Barat, Kamis (19/05) malam sekitar pukul 19.00 WITA.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Parimo, Amiruddin, menjelaskan banjir disertai material lumpur disebabkan hujan lebat mengguyur wilayah tersebut, sehingga mengakibatkan tanggul sungai di Desa Kayuboko dan Ari Panas jebol  sehingga air meluap hingga ke pemukiman warga.

“Aliran sungai Kayuboko dan Air Panas bermuara di Desa Olaya, sehingga warga Dusun 4 desa tersebut ikut terdampak,” ungkapnya dihubungi, Jum’at (20/05).

Berdasarkan laporan yang di terima dua rumah mengalami rusak ringan dan satu rumah lainya rusak sedang. Sejak Kamis malam pihaknya di bantu Taruna siaga bencana (Tagana) dan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat serta TNI/Polri turut membantu mengevakuasi warga ke tempat yang aman menggunakan kendaraan roda empat.

Ia mengemukakan, saat ini kurang lebih delapan alat berat sedang melakukan normalisasi sungai untuk membuat tanggul darurat, sebagai upaya mengantisipasi banjir susulan, sebab kondisi cuaca di daerah itu masih terpantau mendung.

“Tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini. Pemkab Parimo bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga kini warga terdampak mulai membersihkan rumah mereka dari sisa-sisa material lumpur dan genangan air sudah surut.

“Kami juga telah mendirikan posko darurat di Desa Olaya, dan kami juga sedang berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk mendirikan dapur umum,” pungkasnya.

Reporter: Mawan
Editor : Yamin