PALU, MAL – Sekretaris DPW Partai NasDem Sulawesi Tengah (Sulteng), Ferry Anwar, mengungkap alasan sikap politiknya di tengah polemik internal partai yang berujung pada pengunduran dirinya dari struktur kepengurusan.
Ferry menegaskan, keputusannya tetap mendukung Ahmad Ali Center (AAC) karena menilai lembaga tersebut memiliki kontribusi besar terhadap perjalanan Partai NasDem di Sulteng.
“AAC telah berkontribusi terhadap Partai NasDem, memberikan suara kepada partai, bahkan turut memenangkan kursi untuk NasDem. Kalau sekarang orang-orang AAC dianggap tidak memiliki komitmen terhadap NasDem, menurut saya justru terbalik. NasDem-lah yang tidak memiliki komitmen dan penghargaan terhadap orang-orang yang telah berjuang untuk partai,” ujar Ferry, di Palu, Senin (3/8).
Menurut Ferry, Ahmad Ali Center bukan bagian dari struktur atau organisasi sayap Partai NasDem, melainkan lembaga sosial. Ia menyebut hal tersebut telah disampaikan langsung oleh Ahmad Ali saat deklarasi AAC.
“Ahmad Ali Center sudah dijelaskan sebagai lembaga sosial, bukan organisasi underbow partai. Pak Ahmad Ali juga sudah menegaskan hal itu dalam pidatonya saat deklarasi AAC,” katanya.
Ferry mengungkapkan, dirinya bersama sejumlah pihak yang tergabung dalam AAC menghadapi pilihan antara tetap berada di Partai NasDem atau mendampingi AAC.
“Kami yang berada di AAC diminta memilih antara Ahmad Ali Center atau NasDem,” ujarnya.
Meski memilih mundur dari kepengurusan partai, Ferry menegaskan sikap politiknya tetap mendampingi Ahmad Ali yang disebutnya sebagai sosok penting dalam perjalanan politiknya selama lebih dari satu dekade.
“Pak Ahmad Ali adalah kakak, guru, dan saudara yang telah berjuang bersama selama 13 tahun. Apa pun kondisinya, saya tetap memilih berdiri di samping Ahmad Ali,” tegasnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPW Partai NasDem Sulteng, Arman, membenarkan adanya pengunduran diri sejumlah pengurus.
Arman menyebut, hingga Senin (3/8), baru empat pengurus yang secara resmi menyatakan mundur dari kepengurusan DPW NasDem Sulteng.
