LUWU TIMUR, MAL – PT Vale Indonesia terus menjalankan program konservasi keanekaragaman hayati melalui penangkaran rusa Timor (Rusa timorensis) di Taman Keanekaragaman Hayati Sawerigading, Wallacea, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan.
Program yang dijalankan bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian satwa asli Indonesia yang saat ini berstatus rentan (vulnerable) berdasarkan klasifikasi International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Rusa Timor merupakan salah satu satwa endemik Indonesia yang menghadapi risiko penurunan populasi apabila upaya perlindungan dan pengembangbiakan tidak dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, program penangkaran menjadi salah satu langkah konservasi untuk menjaga keberlangsungan spesies tersebut.
PT Vale memulai program penangkaran rusa Timor pada 2009 dengan enam ekor rusa sebagai populasi awal. Seiring berjalannya waktu, satwa tersebut berkembang biak dengan baik di kawasan konservasi yang dikelola perusahaan.
Data hingga akhir 2025 menunjukkan jumlah rusa Timor yang dihasilkan dari program penangkaran, termasuk yang telah dilepasliarkan, mencapai sekitar 40 ekor. Dari jumlah tersebut, sekitar 18 ekor masih dirawat dan dipelihara di lokasi penangkaran.
Program konservasi ini merupakan bagian dari komitmen PT Vale dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas industri dan pelestarian lingkungan.
Melalui penyediaan habitat yang aman dan terkelola, perusahaan berupaya mendukung perlindungan satwa liar sekaligus menjaga keanekaragaman hayati di wilayah operasionalnya.
Keberadaan penangkaran rusa Timor di Taman Keanekaragaman Hayati Sawerigading juga menjadi salah satu upaya mendukung keberlanjutan ekosistem lokal serta menjaga kelestarian satwa asli Indonesia bagi generasi mendatang.
PT Vale menyatakan pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dilakukan secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan BKSDA dan berbagai program konservasi lainnya, perusahaan terus mendorong upaya perlindungan keanekaragaman hayati di kawasan Luwu Timur. ***
