PALU, MAL – DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah optimistis dapat merebut kembali kursi DPR RI pada Pemilu 2029.
Optimisme tersebut didasarkan pada tingginya partisipasi pemilih di Sulawesi Tengah, besarnya jumlah suara yang belum terkonversi menjadi kursi pada pemilu sebelumnya, serta kesiapan struktur dan kaderisasi partai dalam menghadapi berbagai kemungkinan perubahan sistem pemilu.
Hal itu disampaikan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPW PKS Sulawesi Tengah, Rustam Abidin, dalam kegiatan “Ngopi 17-an bersama Jurnalis; Menakar Peluang Menuju Senayan 2029” yang digelar di halaman Kantor DPW PKS Sulteng usai Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81, Senin (17/8).
Rustam mengatakan ,PKS tidak mempermasalahkan model pemilu yang akan diterapkan pada masa mendatang, baik sistem terbuka, tertutup, maupun pemisahan antara Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal.
Menurutnya, kesiapan tersebut ditopang oleh konsolidasi organisasi yang kuat dan sistem kaderisasi yang berjalan baik di semua tingkatan partai.
“PKS memiliki konsolidasi organisasi yang kuat. Dinamika organisasi di tingkat pusat, wilayah hingga daerah berjalan dengan sangat baik, terutama dalam proses regenerasi dan peralihan kepemimpinan,” ujar Rustam.
Ia menilai pengalaman kader dalam berbagai posisi strategis menjadi bukti bahwa proses kaderisasi berjalan efektif. Karena itu, PKS menyatakan siap menghadapi perubahan regulasi pemilu yang saat ini masih merujuk pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017.
Terkait peluang menuju Senayan, Rustam menyebut tingkat partisipasi pemilih di Sulawesi Tengah menjadi salah satu indikator penting. Dari sekitar 2,2 juta pemilih, sekitar 76 persen menggunakan hak pilihnya pada pemilu sebelumnya.
Selain itu, terdapat sekitar 460 ribu suara untuk pemilihan DPR RI yang tidak terkonversi menjadi kursi. Menurut dia, angka tersebut membuka peluang besar bagi PKS untuk meningkatkan perolehan suara pada pemilu mendatang.
“Pada Pemilu sebelumnya, selisih suara PKS dengan peraih kursi terakhir hanya sekitar 9.000 suara. Dengan besarnya jumlah suara yang belum terkonversi tersebut, kami melihat peluang untuk merebut kembali kursi DPR RI masih terbuka lebar,” katanya.
Rustam juga mengungkapkan bahwa sejumlah tokoh daerah telah menjalin komunikasi dengan PKS untuk mengikuti kontestasi politik mendatang. Di antaranya terdapat kepala daerah dan mantan calon bupati yang menyatakan minat bergabung dengan partai tersebut.
Menurut dia, pengalaman PKS yang pernah meraih kursi DPR RI dari Sulawesi Tengah menjadi modal penting dalam menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029.
Di tingkat legislatif daerah, PKS menargetkan satu daerah pemilihan (dapil) satu kursi. Berdasarkan analisis internal partai, jumlah dapil dan kursi berpotensi bertambah seiring pertumbuhan penduduk di sejumlah daerah.
Kota Palu diperkirakan mengalami penambahan alokasi kursi dari 35 menjadi 40 kursi, sedangkan Kabupaten Morowali diperkirakan meningkat dari 25 menjadi 30 kursi. Dengan proyeksi tersebut, jumlah dapil yang akan diperebutkan diperkirakan mencapai sekitar 62 dapil, termasuk untuk DPRD Provinsi.
“Target maksimal kami adalah satu dapil satu kursi. Sementara target realistis yang kami tetapkan adalah memperoleh sekitar 50 kursi dari total 62 dapil tersebut,” ujar Rustam.
Ia menambahkan, PKS telah memiliki pemetaan suara hingga tingkat desa dan tempat pemungutan suara (TPS). Data tersebut digunakan untuk mengidentifikasi wilayah yang perlu diperkuat maupun wilayah yang telah menjadi basis dukungan partai.
Sementara itu, Sekretaris Umum DPW PKS Sulawesi Tengah, Muh Rizal, mengatakan partainya terus melakukan persiapan menghadapi Pemilu 2029 meski pembahasan Undang-Undang Pemilu masih berlangsung.
Menurut dia, PKS terus membangun komunikasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) guna mengikuti perkembangan tahapan penyelenggaraan pemilu.
PKS juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin bergabung melalui program Join PKS yang dijalankan secara nasional. Program tersebut memungkinkan masyarakat mendaftar sebagai anggota melalui pemindaian QR Code yang disediakan oleh DPP PKS.
Selain membuka peluang bagi seluruh kalangan masyarakat, PKS juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda dan perempuan untuk terlibat dalam proses kaderisasi maupun pencalonan politik.
“PKS memberikan ruang yang besar bagi anak muda untuk berpartisipasi dalam politik dan menjadi bagian dari proses kaderisasi partai,” kata Rizal.
Ia menambahkan, DPP PKS saat ini juga sedang melaksanakan pelatihan bagi para surveyor di seluruh wilayah Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses penjaringan calon dilakukan secara ilmiah dan terukur dengan mempertimbangkan tingkat popularitas serta elektabilitas.
Rizal menegaskan, dengan kekuatan struktur partai, militansi kader, dan sistem kaderisasi yang berjalan, PKS optimistis memiliki modal yang kuat untuk menghadapi Pemilu 2029.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bendahara Fraksi PKS Sulawesi Tengah Sri Atun, Ketua DPD PKS Kota Palu Mudzakkirah, Sekretaris DPD PKS Kabupaten Sigi, serta sejumlah pengurus dan kader PKS lainnya.
