Perpustakaan Tidak Sekadar Tempat Penyimpanan Buku, Dinas Mesti Inovatif dan Kreatif

oleh -
Kepala Dispusarda Andi Hajidin membuka Rakor Pengentasan Kemiskinan Melalui Peningkatan Literasi Berbasis Inklusi Sosial dan Reformasi Birokrasi Kearsipan. pertemuan tersebut dilaksanakan secara luring maupun daring di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulteng, Senin (8/11). FOTO: IST

PALU – Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Sulteng Andi Hajidin menyampaikan perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku. Hal ini guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi serta menyebarkan informasi dalam berbagai bentuk media.

“Fungsi perpustakaan tidak hanya sekedar tempat penyimpanan dan peminjaman buku tetapi, menjadi wahana pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat agar menjadi kreatif, inovatif dan berbudaya baca.” Ujar kadis Perpustakaan Daerah Sulteng Andi Hadijin saat membuka Rapat Koordinasi Hajidin di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah ( Sulteng) Senin (8/11).

Olehnya itu Andi Hadijin mengimbau, dinas terkati perlu upaya inovatif dan kereatif mendesain program dan kegiatan di daerah, sesuai potensi dan kekhususan. Agar masyarakat betul-betul merasakan manfaat keberadaan perpustakaan terhadap kehidupannya, terutama meningkatkan kreativitas dan kemandirianya.

“Kiranya kita dapat menjaga dan melanjutkan kesinambungan perkembangan perpustakaan di daerah masing-masing,” harap Andi Hajidin pada pertemuan tersebut.

Selain itu, strategi pengembangan perpusataan juga untuk memperkuat peranan perpustakaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul, sesuai dengan visi dan misi Gubernur Sulawesi Tengah “Gerak Cepat Menuju Sulawesi Tengah Lebih Sejahtera dan Lebih Maju”.

Olehnya dengan melalui peningkatan kemampuan melalui literasi untuk mewujudkan Indonesia maju.

“Kiranya kita dapat menjaga dan melanjutkan kesinambungan perkembangan perpustakaan didaerah masing-masing.” Harap Andi Hajidin pada pertemuan tersebut.

Rakor ini untuk menjalin sinergitas antara pemerintah kabupaten/kota, provinsi dan pusat di bidang perpustakaan dan kearsipan, melalui perencanaan program.

Rakor ini berlangsung selama dua hari, 8 sampai 9 November, dengan tema “Pengentasan Kemiskinan Malalui Peningkatan Literasi Berbasis Inklusi Sosial Dan Reformasi Birokrasi Kearsipan”.

Turut hadir pada pertemuan tersebut yakni Kepala Perpustakaan Nasional, Kepala Arsip Nasional RI, Sekretaris Dispusarda Provinsi, Kepala Dispusarda Kabupaten/Kota, Kabid, Kasi Dispusarda se-Sulawesi Tengah.

Reporter: IRMA
Editor: NANANG