PALU – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Kota Palu, Lukman, menghadiri pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kota Palu masa bakti 2025–2030, Selasa (12/05).

Kegiatan yang berlangsung di aula Taipa Beach tersebut mengangkat tema “Perhiptani Unggul Menuju Swasembada Pangan Indonesia”.

Ketua DPW Perhiptani Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Nelson Wetubun, secara resmi melantik jajaran pengurus DPD Perhiptani Kota Palu yang diketuai oleh Nanang.

Kadis PKP Kota Palu, Lukman, menitip harapan kepada para pengurus yang dilantik agar dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat pengabdian untuk kemajuan sektor pertanian di Kota Palu.

Lukman menambahkan, penyuluh pertanian memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Menurutnya, penyuluh pertanian bukan hanya sebagai penyampai informasi dan teknologi pertanian, tetapi juga sebagai pendamping, motivator, sekaligus penggerak perubahan di tengah masyarakat tani.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan saat ini, lanjut dia, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan lahan, fluktuasi harga pangan, hingga perkembangan teknologi pertanian yang begitu cepat, kehadiran penyuluh pertanian dinilai semakin penting.

Karena itu, Lukman berharap, Perhiptani mampu menjadi organisasi profesi yang solid, adaptif, dan profesional dalam meningkatkan kapasitas para penyuluh pertanian di Kota Palu.

Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, lanjut dia, memberikan perhatian besar terhadap pembangunan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.

Meskipun Kota Palu berkembang sebagai kawasan perkotaan, sektor pertanian tetap memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pangan, mendukung ekonomi keluarga, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mari bersama-sama menghadirkan inovasi dan solusi nyata untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong pertanian yang modern, maju, dan berkelanjutan,” lanjut Kadis.

Selain itu, Kadis juga mengajak seluruh penyuluh pertanian untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat integritas, dan menjaga semangat pelayanan kepada masyarakat.

“Jadilah penyuluh yang hadir di tengah petani, memahami kebutuhan mereka, serta mampu menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dengan kondisi nyata di lapangan,” pesan Kadis. ***