TEPI BARAT, MAL – Bentrokan antara pemukim Israel dan warga Palestina kembali memakan korban jiwa di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Sedikitnya satu pemukim Israel dilaporkan tewas, sementara tiga lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang terjadi di dekat pos permukiman Havat Gilad.
Menurut layanan darurat nasional Israel (MDA), dua korban yang mengalami luka serius dievakuasi menggunakan helikopter ke rumah sakit. Informasi tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi MDA di Telegram.
Berdasarkan berbagai laporan, insiden bermula ketika sekelompok pemukim Israel memasuki wilayah Desa Tell, di barat daya Nablus, dengan alasan melakukan pendakian. Kehadiran mereka kemudian memicu bentrokan dengan warga Palestina.
Sumber-sumber Palestina menyebutkan bahwa para pemukim melepaskan tembakan ke arah permukiman warga. Di tengah kekacauan tersebut, seorang warga Palestina dilaporkan berhasil merebut senjata milik petugas keamanan Israel yang mengawal para pemukim, lalu menggunakannya untuk melepaskan tembakan.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Tepi Barat, di mana warga Palestina menuduh kelompok pemukim kerap melakukan serangan, intimidasi, serta pendudukan lahan yang kemudian berkembang menjadi permukiman ilegal.
Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa setelah bentrokan pecah, militer Israel menutup akses menuju Desa Tell dengan mendirikan pos-pos pemeriksaan. Langkah tersebut, menurut warga setempat, menyulitkan proses evakuasi korban Palestina yang membutuhkan perawatan medis. Sementara itu, helikopter dikerahkan untuk mengevakuasi korban dari pihak Israel.
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan empat warga Palestina syahid dan empat lainnya terluka dalam serangan di Kota Tell. Dari jumlah korban luka, tiga orang disebut berada dalam kondisi kritis.
Kementerian itu juga menyatakan bahwa sejak awal tahun ini sedikitnya 86 warga Palestina telah terbunuh di berbagai wilayah Tepi Barat, termasuk 21 orang yang menurut mereka tewas akibat serangan pemukim Israel.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich meminta militer Israel mengambil tindakan tegas menyusul tewasnya seorang pemukim dalam insiden tersebut.
Melalui akun media sosial X, Smotrich menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendesak Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk bertindak dengan “tangan besi” terhadap desa yang menurutnya menjadi asal pelaku penembakan, serta memulihkan keamanan di kawasan tersebut.
Ia juga menegaskan dukungannya terhadap komunitas pemukim yang menurutnya berperan penting dalam mempertahankan keberadaan Israel di wilayah yang mereka sebut sebagai Tanah Israel.
Insiden terbaru ini kembali menambah panjang daftar kekerasan di Tepi Barat yang diduduki, di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Palestina dalam beberapa waktu terakhir.
