PALU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan guna meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (Bimatarung/BMPR) Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Ir. Faidul Keteng, mengungkapkan bahwa di tengah efisiensi anggaran, pihaknya tetap mengalokasikan dana sebesar Rp65 miliar untuk pembangunan ruas jalan Palu–Kulawi.
Dari total anggaran tersebut, pekerjaan difokuskan pada sejumlah titik strategis, di antaranya Jalan Guru Tua pada ruas Dolo–Simoro serta peningkatan jalan dari Kalukubula menuju Simoro. Salah satu proyek yang segera direalisasikan adalah pelebaran ruas jalan Kalukubula–Simoro.
“Untuk ruas Kalukubula menuju Simoro akan dilakukan pelebaran. Insya Allah kontraknya sudah berjalan bulan depan,” ujar Faidul Keteng.
Ia menambahkan, pada tahun 2026, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memprioritaskan pembangunan 12 ruas jalan utama dengan skema multi years contract (MYC) dengan total anggaran mencapai Rp604.829.000.000.
“Program ini mencakup pembangunan jalan di berbagai kabupaten dengan tujuan pemerataan infrastruktur dan peningkatan aksesibilitas antarwilayah,” jelasnya.
Adapun beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas antara lain ruas Tomata di Kabupaten Morowali Utara, Palu–Kulawi di Kabupaten Sigi, Tonusu, Meko–Pendolo, ruas Dataran Bulang, ruas Air Terang, serta pembangunan dan penggantian jembatan sepanjang 30 meter di Kabupaten Banggai Laut.
Pembangunan proyek-proyek tersebut direncanakan mulai tahun 2026 dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2027. Dengan adanya program ini, diharapkan konektivitas wilayah di Sulawesi Tengah semakin meningkat serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara merata.

