Pemkab Parimo Miliki Aplikasi Sistem Informasi Kebencanaan

oleh -
BPBD Parimo melaksanakan sosialisasi aplikasi Sibimo dan perbub status keadaan darurat bencana. (FOTO: media alkhairaat.id/ Mawan)

PARIMO – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memiliki  aplikasi sistem informasi kebencanaan berbasis daring (Sibimo). Aplikasi ini merupakan solusi pemerintah setempat untuk mempercepat penanganan dan penanggulangan bencana.

“Aplikasi ini dibuat BPBD sebagai akses masyarakat, melaporkan peristiwa atau kejadian di suatu wilayah guna mempercepat penanganan dampak bencana,” ucap Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parimo, Moh Rifai, di Parigi, Kamis (18/11).

Moh. Rifai mengatakan, aplikasi tersebut sekaligus untuk memantau wilayah-wilayah yang berpotensi bencana banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami dan bencana lainnya.

Kata dia, Aplikasi itu dapat diunduh  melalui google play, yang mana dalam sistem tersebut juga memuat sejumlah pilihan dan panduan pelaporan yang tertera di dalam dasbor, untuk mempermudah masyarakat mengaksesnya.

Ia menuturkan, sistem ini juga sebagai informasi awal dan tentunya sangat menentukan, karena BPBD dituntut cepat bereaksi melakukan penanggulangan.

Kata dia, Aplikasi ini dikolaborasikan dengan sejumlah lembaga dan badan yang fokus di bidang kebencanaan, diantaranya Basarnas, TAGANA, TNI/Polri, termasuk sejumlah instansi teknis di lingkungan pemerintah setempat.

“Dalam aplikasi ini juga memuat jumlah bencana yang terjadi di daerah, kerusakan infrastruktur, korban, jumlah bantuan, termasuk informasi soal ketersediaan logistik, serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Tidak terkecuali informasi tentang perkembangan Covid-19 beserta data-data akumulatif warga yang terkonfirmasi positif,” jelasnya.

Ia menambahkan, aplikasi ini cukup komplit, karena di era digitalisasi diperlukan sebuah inovasi dalam rangka mendeteksi, memitigasi dan pemetaan sebagai rangkaian penanggulangan kedaruratan.

“Untuk memaksimalkan sistem ini, tentu harus didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup. Pada sosialisasi aplikasi Sibimo kami menyasar 12 dari 23 kecamatan,” tutupnya.

Reporter : Mawan
Editor : Yamin