Pemilik Tanah Akses Jalan Lalove Dituntut 7,5 Tahun Penjara

oleh -
Ni Nyoman Rai Rahayu saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa di PN Palu, Rabu, (19/1). Foto : IKRAM

PALU- Ni Nyoman Rai Rahayu pemilik tanah dituntut 7 tahun dan 6 bulan penjara. Selain pidana penjara, dia dituntut membayar denda Rp300 juta, subsider 3 bulan kurungan, membayar uang pengganti Rp2,4 miliar, subsider 4 tahun penjara.

Ni Nyoman Rai Rahayu satu dari dua terdakwa lainnya kasus dugaan tindak pidana korupsi pembebasan tanah pembuatan Jembatan V Lalove berlokasi di Jalan Anoa II Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, merugikan Negara Rp2,4 miliar

Terdakwa Dharma Gunawan Mochtar, Mantan Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan (DPRP) Kota Palu dan Fadel selaku Kepala Bidang Pertanahan pada Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu, masing-masing dituntut 4 tahun pidana penjara, membayar denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Tuntutan itu dibacakan dalam masing-masing berkas terpisah Jaksa Penuntut Umum, (JPU) , Dwi Eko Raharjo pada sidang dipimpin ketua majelis hakim Zaufi Amri di pengadilan negeri kelas 1A PHI/Tipikor/Palu, Senin, (7/2).

JPU Dwi Eko Raharjo, menyatakan, perbuatan  terdakwa  terbukti secara sah dan bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 2  Ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1  KUHPidana.

“Hal memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah,” katanya.

Usai pembacaan tuntutan JPU, Ketua Majelis Hakim Zaufi Amri memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasihat hukumnya mengajukan pembelaan (pledoi) pada Rabu (23/2) dua pekan mendatang.

Reporter: IKRAM
Editor: NANANG