PALU, MAL – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) bersama CV Akai Jaya Motor kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembukaan Yamaha Engineering School (YES) Angkatan VI. Kegiatan tersebut berlangsung di Dealer Resmi Yamaha Akai Jaya Imam Bonjol, Palu, Rabu (22/7)

Program Yamaha Engineering School merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) Yamaha yang telah berjalan sejak 2019 di Kota Palu. Program ini bertujuan mencetak lulusan SMK, SMA, maupun sederajat agar memiliki kompetensi teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri otomotif sekaligus membuka peluang berwirausaha.

Perwakilan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Andy Yudha, menjelaskan bahwa YES hadir untuk mempersiapkan generasi muda menjadi tenaga kerja profesional melalui standar pelatihan yang mengacu pada kurikulum Yamaha Technical Academy Level Bronze.

“Program sekolah teknisi Yamaha sebagai bagian dari CSR telah kami laksanakan sejak tahun 2019 di Palu. Program ini bertujuan mempersiapkan lulusan SMK, SMA, dan sederajat agar siap memasuki dunia kerja maupun berwirausaha melalui standarisasi kurikulum Teknik Sepeda Motor sesuai Yamaha Technical Academy Level Bronze,” jelas Andy Yudha.

Sementara itu, mewakili pimpinan CV Akai Jaya Motor, Nelson Yones menegaskan bahwa pelaksanaan YES merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap program pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran dengan menciptakan tenaga kerja yang disiplin, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi.

Menurutnya, para peserta yang berhasil menyelesaikan pendidikan akan diprioritaskan untuk mengisi kebutuhan tenaga teknisi di jaringan bengkel Yamaha yang tersebar di berbagai wilayah Sulawesi Tengah.

“Ini merupakan komitmen Akai Jaya Motor dalam membantu pemerintah membuka lapangan kerja. Kami ingin mencetak tenaga kerja yang disiplin, berkualitas, siap pakai, dan mampu bersaing di dunia kerja. Nantinya lulusan YES akan ditempatkan di seluruh jaringan bengkel Yamaha yang ada di Sulawesi Tengah,” ujar Nelson.

Pelatihan Yamaha Engineering School Angkatan VI diberikan secara gratis dan berlangsung selama lima bulan, dengan materi teori dan praktik yang dirancang sesuai standar industri Yamaha.

Sebanyak 14 peserta mengikuti angkatan kali ini yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah, yakni 8 peserta dari Kabupaten Parigi Moutong, 1 peserta dari Kabupaten Poso, 1 peserta dari Kabupaten Morowali Utara, 1 peserta dari Kabupaten Donggala, dan 3 peserta dari Kota Palu.

Melalui program ini, Yamaha berharap dapat terus melahirkan teknisi-teknisi muda yang kompeten, profesional, serta mampu menjawab kebutuhan industri otomotif yang terus berkembang di Sulawesi Tengah.**