KUMAMOTO, MAL – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7/2026) menyebabkan pemadaman listrik besar-besaran yang berdampak pada sekitar 40.000 hingga lebih dari 48.000 rumah tangga. Gangguan tersebut juga memicu masalah pada layanan telekomunikasi akibat kekurangan daya dan kerusakan jalur transmisi.
Dampak terhadap infrastruktur kelistrikan menjadi salah satu gangguan paling signifikan setelah gempa kuat yang mengguncang wilayah Kyushu tersebut. Kyushu Electric Power melaporkan sekitar 40.000 rumah kehilangan pasokan listrik akibat gempa.
Sementara itu, laporan dari Kyushu Electric Power Transmission and Distribution menyebut lebih dari 48.000 rumah tangga di Prefektur Kumamoto mengalami pemadaman listrik.
Selain listrik, gangguan juga merembet ke sektor telekomunikasi. Operator seluler KDDI dan Docomo melaporkan layanan komunikasi mereka terdampak akibat kekurangan daya serta gangguan pada jalur transmisi.
Laporan yang beredar menyebut layanan telepon seluler mengalami kendala operasional karena pasokan listrik terganggu dan sebagian infrastruktur transmisi terdampak gempa.
Otoritas Jepang juga melaporkan munculnya sejumlah insiden lain setelah gempa.
“Power outages and fires have occurred in some areas…” demikian pernyataan yang disampaikan otoritas Jepang.
Gangguan kelistrikan tersebut turut berdampak pada aktivitas transportasi, proses evakuasi, serta operasional berbagai fasilitas yang bergantung pada pasokan listrik dan jaringan komunikasi.
“Kyushu Electric Power said about 40,000 homes had lost power…” demikian laporan yang disampaikan terkait kondisi pascagempa.
Selain itu, operator telekomunikasi mengonfirmasi adanya gangguan layanan seluler.
“…there was disruption to their mobile phone services due to power shortages and transmission-line failures.”
Meski dampak terhadap jaringan listrik dan komunikasi cukup luas, hingga laporan ini disusun tidak ditemukan indikasi gangguan pada fasilitas nuklir di wilayah tersebut. Regulator nuklir Jepang bersama utilitas Kyushu Electric menyatakan tidak ada kelainan yang terdeteksi di pembangkit listrik tenaga nuklir Genkai maupun Sendai.
Hingga Selasa malam waktu setempat, proses pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi masih berlangsung. Otoritas serta perusahaan utilitas terkait terus melakukan pemeriksaan infrastruktur dan penanganan gangguan untuk memulihkan layanan di wilayah terdampak. ***
