PALU, MAL – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan negaranya siap mengambil tindakan militer terhadap Iran meski tanpa keterlibatan langsung Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan ketika upaya diplomatik antara Teheran dan Washington disebut mulai menunjukkan kemajuan.

Dalam pernyataannya, Netanyahu kembali menegaskan komitmen Israel untuk mencegah Iran memiliki kemampuan senjata nuklir. Ia menyebut pemerintahnya akan melakukan segala langkah yang dianggap perlu demi menjaga keamanan nasional.

“Hari ini kita mendengar komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa Iran akan terus mengembangkan program nuklirnya,” kata Netanyahu, seraya menegaskan tekad Israel untuk mencegah hal tersebut.

Meski menyebut Amerika Serikat sebagai sekutu terdekat Israel, Netanyahu memberi sinyal bahwa negaranya siap bertindak secara mandiri apabila dipandang diperlukan.

Pernyataan itu muncul ketika Qatar mengungkapkan bahwa proses mediasi antara Iran dan Amerika Serikat telah memasuki tahap lanjutan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, mengatakan kedua pihak telah saling bertukar rancangan usulan dalam rangka mencapai kesepakatan yang lebih luas.

Menurutnya, para mediator kawasan terus menjalin komunikasi intensif guna membuka jalan bagi penyelesaian diplomatik atas ketegangan yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan upaya menggulingkan Republik Islam Iran telah gagal. Ia mengatakan tekanan militer dan politik yang diarahkan kepada negaranya tidak mampu melemahkan pemerintahan maupun persatuan rakyat Iran.

Dalam pidatonya, Pezeshkian mengklaim pihak-pihak yang memusuhi Iran sebelumnya meyakini negaranya dapat runtuh dalam waktu 48 jam. Namun, menurut dia, institusi negara tetap berjalan dan pemerintahan mampu bertahan menghadapi tekanan.

Ia menyebut periode saat ini sebagai salah satu masa paling berat sejak Revolusi Islam 1979, tetapi menilai persatuan masyarakat menjadi faktor utama yang menggagalkan berbagai upaya untuk menjatuhkan Republik Islam.

Pezeshkian juga menuding lawan-lawan Iran berusaha melemahkan negaranya melalui tekanan ekonomi, operasi militer, hingga penargetan terhadap para pemimpin Iran. Namun, ia menegaskan langkah-langkah tersebut tidak berhasil mengubah stabilitas pemerintahan.

Ketegangan antara Israel dan Iran masih menjadi perhatian dunia di tengah upaya sejumlah negara kawasan mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi. Namun, pernyataan terbaru Netanyahu menunjukkan opsi militer tetap berada di atas meja jika Israel menilai ancaman terhadap keamanannya semakin meningkat.**