TEHERAN, MAL — Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyerukan penguatan produksi dalam negeri sebagai langkah utama untuk mengatasi persoalan ekonomi yang dihadapi negaranya. Ia juga mendorong pengurangan secara bertahap peran dolar AS dalam perekonomian Iran.
Seruan tersebut disampaikan Mojtaba dalam pesan untuk memperingati Pekan Pemerintah Iran, Jumat (28/8/2026). Ia meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap berbagai persoalan ekonomi dan penghidupan masyarakat, termasuk inflasi, pengangguran, pengendalian harga, serta pengelolaan pasar barang dan jasa.
Mojtaba mengatakan peningkatan produksi dalam negeri harus menjadi bagian penting dari kebijakan ekonomi pemerintah. Menurut dia, ketergantungan yang lebih besar pada kemampuan produksi nasional dapat membantu Iran mengatasi berbagai persoalan ekonomi.
“Kunci utama untuk menyelesaikan semua masalah ini terletak pada peningkatan ketergantungan terhadap produksi dalam negeri,” katanya.
Ia juga menyerukan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi, terutama pada sektor-sektor yang dianggap strategis dan bermanfaat. Kebijakan yang disebut sebagai “ekonomi perlawanan” kembali ditempatkan sebagai inti agenda ekonomi pemerintah.
Mojtaba menekankan bahwa impor tetap diperlukan ketika produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, ia meminta pemerintah memastikan kebijakan impor dilakukan secara tepat dan bijaksana agar tidak semakin memperbesar ketergantungan terhadap luar negeri.
Menurutnya, pemerintah juga perlu menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok dan berbagai komoditas penting. Upaya meningkatkan produksi domestik, mengelola impor, serta menjaga harga dinilai dapat membantu mengurangi persoalan struktural dalam perekonomian Iran.
Seruan tersebut disampaikan ketika nilai tukar rial Iran kembali mengalami tekanan. Rial dilaporkan menembus rekor terendah terhadap dolar AS, bahkan mencapai lebih dari 2 juta rial untuk satu dolar di pasar bebas pada pekan ini.
Tekanan terhadap mata uang Iran terjadi di tengah penerapan sanksi tambahan oleh Amerika Serikat yang bertujuan menekan perekonomian Iran. Kondisi tersebut semakin memperbesar tantangan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Mojtaba juga mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi yang dikembangkan generasi muda Iran. Ia menilai penerapan teknologi secara tepat waktu dapat memberikan kemajuan signifikan di berbagai sektor, mulai dari pertanian, industri, komunikasi hingga pendidikan.
Selain itu, ia menekankan perlunya tata kelola yang lebih cerdas serta keterlibatan lebih besar dari para spesialis dan tenaga ahli teknologi. Pengaktifan berbagai kapasitas baru dinilai dapat membantu Iran memperluas pembangunan ekonomi di tengah tekanan eksternal.
Mojtaba turut mengapresiasi langkah pemerintah selama masa perang dalam menjaga ketersediaan barang dan jasa kebutuhan pokok. Pemerintah juga disebut berupaya memperbaiki fasilitas penting yang rusak serta menjaga pasokan energi di tengah tekanan sanksi dan blokade.
Mojtaba mengambil alih posisi Pemimpin Tertinggi Iran setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan AS-Israel. Sejak mengambil alih kepemimpinan, Mojtaba belum banyak tampil di hadapan publik.***
