PALU, MAL – Argentina dan Spanyol akan bertemu di final Piala Dunia 2026. Pertandingan itu akan menghadirkan cerita yang lebih dalam daripada sekadar perebutan trofi. Bagi Lionel Messi, laga tersebut bisa diibaratkan sebagai duel melawan “negaranya sendiri”.

Meski menjadi kapten sekaligus ikon sepak bola Argentina, Messi lahir di Rosario dan menghabiskan sebagian besar hidup serta karier profesionalnya di Spanyol. Pada usia 13 tahun, ia pindah ke Barcelona untuk bergabung dengan akademi La Masia, tempat bakatnya berkembang hingga menjadi salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah.

Hubungan panjang dengan Spanyol juga tercermin dalam status kewarganegaraannya. Messi memiliki paspor Argentina sekaligus paspor Spanyol setelah memperoleh naturalisasi pada 2005. Dengan demikian, secara hukum ia merupakan warga negara dari kedua negara tersebut.

Namun, dalam urusan sepak bola, pilihan Messi sudah bulat sejak awal. Meski sempat memenuhi syarat untuk membela tim nasional Spanyol, ia memilih memperkuat Argentina, negara kelahirannya dan tanah air kedua orang tuanya. Keputusan itu kemudian mengantarkannya meraih gelar Copa America 2021, Finalissima 2022, dan Piala Dunia 2022 bersama Albiceleste.

Nanti, Argentina harus menghadapi Spanyol di partai puncak. Messi akan berhadapan dengan negara yang memberinya kesempatan berkembang sebagai pesepak bola profesional sekaligus kewarganegaraan keduanya. Di sisi lain, ia tetap akan membela Argentina, negara yang sejak awal menjadi pilihannya di level internasional.

Final tersebut juga menjadi panggung pertemuan dua generasi. Di kubu Spanyol ada Lamine Yamal, lulusan La Masia yang disebut-sebut sebagai penerus kejayaan sepak bola Spanyol. Sementara di kubu Argentina berdiri Messi, legenda yang pernah menggendong Yamal saat masih bayi dalam sesi pemotretan amal pada 2007 (foto ikonik yang kini kembali viral).

Pada fina ini, dunia bukan hanya akan menyaksikan duel Argentina melawan Spanyol. Final itu juga akan menjadi kisah tentang seorang legenda yang menghadapi negara yang membesarkan kariernya sekaligus menjadi negara keduanya secara hukum, sembari mempertahankan kesetiaannya kepada tanah kelahirannya di panggung sepak bola dunia.