PALU, MAL – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong 1.018 lulusan Universitas Tadulako (Untad) untuk tidak hanya mencari pekerjaan setelah menyandang gelar sarjana, tetapi mampu menciptakan peluang dan lapangan kerja.
“Anak-anakku, Anda ini alumni. Enggak usah mencari kerja, ciptakan pekerjaan, ciptakan peluang. Pasti bisa. Indonesia ini subur,” kata Amran, saat memberikan orasi ilmiah dalam Wisuda ke-138 Untad yang digelar di Gedung Auditorium Untad, Kamis (20/8).
Menurut Amran, Indonesia memiliki sumber daya alam dan peluang ekonomi yang besar. Karena itu, ia mendorong generasi muda agar mampu memanfaatkan potensi tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Orang lain saja datang ke Indonesia, numpang, kaya raya. Heran tuan rumahnya miskin,” ujarnya.
Amran juga meminta para lulusan mengubah pola pikir jika ingin meraih kesuksesan. Menurutnya, keberhasilan membutuhkan proses panjang dan tidak terlepas dari kegagalan.
“Kalau mau sukses, siapkan gagal lima tahun sampai 10 tahun. Harus gagal. Pondasi sukses adalah gagal dan menderita,” tuturnya.
Ia mengkritik mentalitas yang menginginkan keberhasilan secara instan tanpa melalui proses. Menurut Amran, pengalaman menghadapi kegagalan justru menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan seseorang menghadapi berbagai persoalan.
Karena itu, Amran meminta para dosen Untad memberikan lebih banyak tantangan kepada mahasiswa agar terbiasa berpikir dan menyelesaikan persoalan.
“Pak Rektor dan para dosen, tambah PR-nya. Kalau boleh, satu kali ketemu beri PR 10, minimal lima,” katanya.
Amran menegaskan gelar akademik bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal bagi para lulusan untuk berkarya dan mengembangkan kemampuan.
Sementara itu, Rektor Untad Prof. Amar mengingatkan para wisudawan bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti berjuang.
Ia mencontohkan Thomas Alva Edison yang menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses untuk menemukan jalan yang lebih baik.
“Kegagalan itu bukan alasan untuk berhenti, tetapi kegagalan adalah informasi untuk menentukan jalan yang lebih baik di dalam setiap riset yang dilakukan,” ujar Amar.
Menurutnya, para lulusan akan menghadapi berbagai tantangan setelah memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat, termasuk penolakan, kegagalan, serta rencana yang tidak berjalan sesuai harapan.
Karena itu, Amar meminta para alumni Untad terus belajar, beradaptasi, dan tidak berhenti mencoba.
“Jangan berhenti, belajar dari kegagalan, dan terus bergerak. Dunia tidak membutuhkan lulusan yang takut gagal, dunia membutuhkan manusia yang berani mencoba, mau belajar dan mau beradaptasi,” katanya.
Amar menegaskan Untad tidak hanya berfokus pada penguatan kapasitas akademik dan riset, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi yang berdampak, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama di tengah transformasi digital.
“Kami berusaha untuk terus berbenah agar sistem pendidikan di kampus menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Wisuda ke-138 Untad diikuti 1.018 lulusan dari jenjang doktor, magister, sarjana, dan sarjana terapan. **
