PALU, MAL Mahasiswa Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu ambil bagian dalam Pekan Seni Mahasiswa (PEKSIMA) 2026 yang digelar Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Sulawesi Tengah (Sulteng), di Universitas Tadulako (Untad).

Ajang ini menjadi pintu masuk bagi para peserta untuk mewakili Sulteng pada kompetisi tingkat nasional di Jember, Jawa Timur.

UNISA Palu mengirimkan perwakilan pada empat tangkai seni, yakni menyanyi pop putera, baca puisi, menulis puisi, dan monolog.

Wakil Rektor III UNISA Palu, drg. Lutfiah, M.KM, mengatakan keikutsertaan mahasiswa dalam PEKSIMA bukan sekadar mengikuti perlombaan, tetapi juga menjadi kesempatan mengharumkan nama perguruan tinggi sekaligus membuka jalan menuju kompetisi tingkat nasional.

“Pekan seni ini juga menjadi ajang seleksi ke tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Jember, Jawa Timur. Semua pemenang pertama pada masing-masing tangkai seni akan mewakili Sulawesi Tengah,” kata Lutfiah, Rabu (24/6).

Menurutnya, prestasi mahasiswa dalam ajang tersebut juga akan menjadi bagian dari rekam jejak akademik dan kemahasiswaan yang tercatat pada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI.

Pada hari pertama pelaksanaan, mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNISA Palu, Andi Ardiansyah, tampil pada tangkai seni menyanyi pop putera. Mengenakan pakaian adat Kaili berwarna merah, ia membawakan lagu wajib “Sekali Ini Saja” milik Glenn Fredly dan lagu pilihan “Tapi Bukan Aku” dari Kerispatih.

Penampilannya mendapat apresiasi dari pihak kampus yang turut mendampingi selama perlombaan.

“Penampilannya cukup bagus, suaranya bagus. Hasilnya masih menunggu pengumuman dewan juri,” ujar Lutfiah.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Pertanian UNISA Palu, Dr. Jumardin, menilai Andi memiliki kemampuan vokal yang baik dan berpeluang bersaing dengan peserta lainnya.

Selain Andi Ardiansyah, tiga mahasiswa UNISA lainnya dijadwalkan tampil pada pekan depan. Mereka adalah Damayanti pada cabang baca puisi, Salsabila pada cabang menulis puisi, serta Reynaldy Daud yang akan mengikuti tangkai seni monolog.

Melalui ajang PEKSIMA 2026, UNISA Palu berharap dapat melahirkan wakil Sulawesi Tengah yang mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus menunjukkan potensi seni yang dimiliki mahasiswa.