PALU – Salah satu anggota DPRD Sulteng dari Fraksi PDI Perjuangan mendorong penghentian sementara Program Berani Cerdas dan Berani Sehat untuk dilakukan evaluasi.
Pernyataan itu memunculkan beragam respons dari masyarakat dan berbagai elemen politik.
Ketua LMND Sulawesi Tengah, Azis, menyampaikan, dorongan penghentian program tersebut merupakan langkah yang keliru dan tidak menjawab kebutuhan mendesak masyarakat saat ini.
Menurutnya, program berani cerdas” dan berani sehat merupakan kebijakan yang secara substansial berpihak kepada rakyat, terutama masyarakat miskin yang selama ini kesulitan mengakses layanan pendidikan dan kesehatan.
“Yang dibutuhkan hari ini bukan penghentian program, tetapi perbaikan mekanisme agar pelaksanaannya benar-benar tepat sasaran. Menghentikan program justru akan merugikan masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan negara,” tegas Azis.
Azis menegaskan bahwa persoalan utama yang harus segera diselesaikan pemerintah bukan terletak pada eksistensi program, melainkan pada ketepatan sasaran penerima manfaat.
Karena itu, ia menilai Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah harus segera mengambil langkah strategis dengan membentuk Satuan Tugas Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
Ia mengungkapkan, gagasan pembentukan satgas tersebut bukan hal baru. LMND Sulawesi Tengah sebelumnya telah secara resmi mendorong pemerintah daerah untuk membentuk satgas khusus yang fokus melakukan percepatan pengentasan kemiskinan melalui integrasi data, verifikasi lapangan, serta kolaborasi lintas sektor.
“Hari ini gagasan itu justru semakin relevan dan mendesak untuk segera direalisasikan,” ujarnya.
Menurut Azis, keberadaan satgas tersebut akan memastikan seluruh program pemerintah berjalan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang diperkuat dengan verifikasi faktual di lapangan agar bantuan tidak salah sasaran.
“Masalah klasik kita adalah data yang sering tidak akurat. Ada masyarakat miskin yang tidak masuk data, tetapi ada juga yang sebenarnya mampu justru menerima bantuan. Satgas ini harus turun langsung memastikan validitas data,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa melalui mekanisme tersebut, program “Berani Sehat” dapat difokuskan kepada masyarakat yang benar-benar tidak mampu membayar iuran BPJS mandiri dan belum masuk dalam skema bantuan kesehatan nasional.
“Jangan sampai program kesehatan ini dinikmati kelompok yang sebenarnya mampu, sementara masyarakat miskin tetap kesulitan berobat. Satgas harus memastikan bantuan benar-benar diterima mereka yang membutuhkan,” katanya.
Hal serupa juga berlaku pada program “Berani Cerdas.”
Azis menilai, bantuan pendidikan harus diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin yang belum terjangkau program nasional seperti Kartu Indonesia Pintar maupun skema bantuan pendidikan lainnya.
“Pendidikan harus menjadi jalan keluar dari kemiskinan antargenerasi. Karena itu bantuan pendidikan harus benar-benar menyasar anak-anak keluarga miskin agar mereka tidak putus sekolah,” tegasnya.
LMND Sulteng menilai pembentukan Satgas Pengentasan Kemiskinan tidak hanya penting untuk mendukung dua program tersebut, tetapi juga dapat menjadi instrumen strategis pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan Sulawesi Tengah secara lebih sistematis.
Menurut data terbaru, angka kemiskinan di Sulawesi Tengah masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan intervensi lintas sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Jika pemerintah serius ingin menyelesaikan akar persoalan kemiskinan, maka pembentukan Satgas Pengentasan Kemiskinan harus menjadi prioritas segera. Ini bukan hanya soal program bantuan, tetapi soal membangun sistem perlindungan sosial yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Azis.
LMND Sulawesi Tengah juga mengajak seluruh pihak, termasuk DPRD, untuk tidak terjebak pada polemik politik jangka pendek yang justru dapat menghambat program pro-rakyat.
“Kritik tentu penting, tetapi harus disertai solusi konkret. Jangan sampai masyarakat menjadi korban tarik-menarik kepentingan politik. Fokus kita harus pada bagaimana program ini diperbaiki dan manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat,” pungkasnya. ***

