Letkol Rahman, Lulusan Terbaik Seskoad Kembali Mengabdi di Daerah

oleh
Letkol Inf Rahman, S.Ag, M.Si saat berbincang dengan Sekjen PB Alkhairaat di sebuah warung kopi, Jumat (17/07) siang. (FOTO: IST)

Tampilannya sederhana. Raut wajahnya pun santun. Memakai peci hitam dan berbaur di antara pengunjung warung kopi, membuatnya tak akan dikenal sebagai aparat negara, jika tak memakai atribut khusus.

Namanya Letkol Inf Rahman, S.Ag, M.Si. Gelar sarjana agama (S.Ag) yang disandangnya cukuplah menunjukkan bahwa sosok ini cukup religius. Perpaduan dinamis antara Letnan Kolonel dan Sarjana Agama membuatnya nampak seperti rakyat biasa yang begitu supel dan terbuka dengan siapa saja. Tidak ada yang eksklusif dari dirinya, justru sikap rendah hatilah yang nampak pada kepribadiannya.

Di satu sisi, ada didikan keras sebagai aparat TNI yang tentu menjadikannya menjadi manusia tegas. Sementara di sisi lain, pendidikan agama yang diperolehnya juga bisa mengimbangi setiap langkah dalam melaksanakan tugas.

Sikap itulah yang terlihat kala ia berbincang ringan dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Ridwan Yalidjama, Jumat (17/07) siang, di sebuah warung kopi.

Rahman adalah putra asli Kaili yang lahir di Biromaru, Kabupaten Sigi. Tak heran jika kepribadiannya yang baik membuatnya menjadi lulusan terbaik di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di urutan 15 besar dari 300 peserta se Indonesia.

Ia sendiri baru ditugaskan kembali ke daerahnya, sepekan yang lalu, dengan mengemban amanah sebagai Kepala Seksi Teritorial, Komando Resimen Militer (Korem) Tadulako Palu.

Sebelum ke Palu, ia sempat menjabat sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) Majene, dan sempat bertugas di Markas Besar TNI selama setahun.

Selain itu, sejumlah pengalaman bertugas di dunia militer juga sudah dilakoninya. Ia pernah bertugas di Kostrad Jakarta, Kasi Pers di Korem Pare-Pare selama 3 tahun, bahkan pernah menjalani tugas di Aceh.

Praktis, ia baru kembali ke Palu setelah melakoni sejumlah pengalaman kemiliteran selama 22 tahun lamanya.

Sekjen PB Alkhairaat, Ridwan Yalidjama mengaku bangga dengan kembalinya putra daerah yang menjadi pejabat di jajaran TNI di Sulteng.

“Dia adalah aset daerah yang harus kita apresiasi. Kita syukuri sebagai anugerah yang sangat baik,” kata Sekjen. (RIFAY)

Iklan-Paramitha