Kurangi Risiko Bencana, Majelis Taklim Jabal Nur Tanam Mangrove

oleh -
Aksi penanaman mangrove yang dilakukan Majelis Taklim Jabal Nur, di Desa Lalombi Dusun 3 Baturoko, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala. (FOTO: IST)

DONGGALA – Majelis Taklim Jabal Nur dari RT 3 Kelurahan Talise Valangguni, Kecamatan Mantikolore, Kota Palu melakukan penanaman pohon mangrove di Dusun 3 Baturoko Desa Lalombi, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, baru-baru ini.

Hal itu dilakukan sebagai upaya membangun kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana, mengingat ekosistem mangrove terbukti mampu menjadi benteng bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir pantai.

“Majelis Taklim Jabal Nur tak sekedar melakukan kegiatan keagamaan saja, tetapi juga mesti terlibat dalam gerakan pengurangan risiko bencana dan menjadi bagian organisasi keagamaan yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Buhana, Ketua Majelis Taklim Jabal Nur, Senin (05/11).

Ia menambahkan, keterlibatan dan peran serta dalam penanaman mangrove sudah menjadi bahan diskusi dan program bersama dengan anggota majelis taklim.

Ke depan, lanjut dia, pihaknya juga akan terus terlibat dalam aksi-aksi penyelamatan lingkungan dan aksi-aksi sosial kemasyarakatan lainnya.

Aksi yang dilakukan oleh Majelis Taklim Jabal Nur mendapat dukungan dari Yayasan Bonebula, yaitu salah satu lembaga yang aktif dalam gerakan-gerakan penyelamatan ekosistem pesisir melalui kampanye dan pendidikan terkait pentingnya mangrove bagi manusia dan ekosistem pesisir.

Yayasan Bonebula pun telah membangun balai belajar bersama yang melibatkan komunitas masyarakat di pesisir pantai bahkan kelompok muda serta mahasiswa dan akademisi untuk memperkuat, memberdayakan serta melakukan langkah-langkah konservasi mangrove.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung aksi-aksi yang dilakukan oleh Majelis Taklim Jabal Nur. Majelis ataupun organisasi-organisasi keagamaan juga menjadi bagian dalam gerakan-gerakan penyelamatan dan pencegahan terjadinya kerusakan lingkungan,” ungkap Andi Anwar selaku Direktur Yayasan Bonebula.

Ia menyebutkan, mangrove penting bagi ekosistem karena merupakan tanaman darat yang mampu beradaptasi dengan air laut.

“Selain itu, tanaman mangrove juga mampu menyerap karbon lima kali lebih banyak dari hutan tropis. Olehnya tanaman mangrove penting untuk dilakukan rehabilitasi,” urainya. */RIFAY